Sempat Berganti Nama

Dibandingkan operator CDMA lain di Indonesia, Smartfren terlihat paling agresif. Selain gencar menawarkan promo terbaru, ia rajin menghadirkan gadget alias acang yang diberi merek Smartfren. Jenis produknya beragam, mulai modem, ponsel berfitur standar (feature phone), ponsel pintar (smartphone), hingga tablet.

Smartfren Andromax Tab 7.0 merupakan tablet Android 4.0 Ice Cream Sandwich CDMA pertama yang beredar di negara 17.508 pulau ini. Saat diluncurkan, ia diberi nama Smartfren Andro Tab. Seiring perjalanan waktu, tablet yang dijual Rp 1,488 juta itu berganti nama menjadi Andromax Tab 7.0.

Sepengetahuan penulis, tak pernah ada penjelasan resmi dari Smartfren mengenai alasan perubahan nama. Penulis menduga hal itu berhubungan dengan aspek legal. Sebab, sejak 16 Mei 2012 merek Andro telah terdaftar di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual untuk jenis barang telepon genggam (handphone), modem, dan komputer.

Tampilan fisik Andromax Tab cukup menawan. Sentuhan akhir pengerjaan bodinya relatif prima. Permukaan belakang tablet itu bercorak dan tak licin kala dipegang. Konektor charger berbentuk bundar, konektor micro USB, konektor mini HDMI, selot microSD, dan selot kartu RUIM diletakkan berderet di bagian bawah tablet. Konektor micro USB di tablet tersebut hanya berfungsi untuk melakukan transfer data. Pengguna tak bisa memanfaatkannya untuk mengisi ulang baterai.

Layar Andromax Tab berukuran tujuh inci dan sebenarnya beresolusi 1.024 x 600 piksel. Namun, karena bagian bawahnya dipakai untuk tombol virtual plus notification bar, “resolusi bersih” yang dinikmati pengguna adalah 976 x 600 piksel.

Sepasang kamera dibenamkan ke tablet tersebut. Satu di sisi muka, satu lainnya di sisi belakang. Keduanya tanpa autofocus maupun lampu kilat. Mereka mampu memproduksi foto beresolusi maksimal dua megapiksel dan klip video VGA. Selama proses perekaman video berlangsung, kalau mau, pengguna tetap bisa melakukan pemotretan.

Saat mencermati paket penjualan Andromax Tab, konsumen akan menjumpai kabel sepanjang sekitar 20 cm. Itu adalah kabel adapter USB on the go atau lazim disingkat OTG. Tancapkan kabel tersebut ke konektor micro USB di tablet, lalu pasangkan sebuah USB flash disk. Dengan mengklik ikon Explorer di menu utama Andromax Tab, pengguna dapat melihat isi USB flash disk.

Masih ingin bereksperimen? Gantilah USB flash disk yang terpasang dengan tetikus (mouse) berkabel. Hasilnya, kursor tetikus akan tampil di layar peranti yang aslinya bernama lengkap Skyworth S7 itu. Pengguna cukup mengklik tetikus untuk menjalankan aplikasi tertentu.

Prosesor Cortex ARM A8 dengan kecepatan 1 GHz, mendukung layanan EvDO Rev A, bluetooth, Wi-Fi, dan GPS merupakan sebagian spesifikasi lain Andromax Tab. Memori tablet itu terdiri atas RAM 1 GB, internal storage 0,98 GB, dan NAND flash 1,63 GB. Tablet tersebut dapat digunakan untuk ber-SMS dan berbagi koneksi internet via Wi-Fi (portable hotspot). Namun, ia tak bisa dipakai bertelepon.

Smartfren menyebutkan Andromax Tab dibekali baterai lithium polymer 3.000 mAh. Mengacu pada pengalaman penulis, bila dipakai intensif, daya tahan baterai tak lebih dari tiga jam. Anehnya, meskipun daya baterai masih memadai, bukan mustahil muncul peringatan baterai lemah alias low battery.

Satu catatan tambahan dari penulis, tablet yang hanya bisa dipadukan dengan kartu Smartfren itu sesekali mendadak kehilangan koneksi internet. Di notification bar muncul tulisan no internet connection. Padahal, di lokasi tersebut pasti ada sinyal Smartfren. Bila hal itu terjadi, Andromax Tab harus dipadamkan sesaat atau di-reboot.

12 thoughts to “Sempat Berganti Nama”

  1. Please kasih review smartphone keluaran terbaru smartfren, yang andromax-i..

    aq pengen minat beli..
    tapi layak gk ya..??

    🙂

  2. Pak Zetlee_Domo,

    Maaf, saya belum bisa memberikan review Andromax-i karena belum pernah mencobanya. Sekadar menyentuhnya pun belum pernah.

    Terima kasih.

  3. Permisi, apakah ini adalah New Smartfren Andromax Tab 7.0
    yang paling baru keluar dari smartfren. soalnya yang baru kan harganya 1.650.000,00 ? Trimakasih pak. 🙂

  4. Pak Evan,

    Yang saya review di atas adalah Andromax Tab 7.0 tipe lama, bukan New Smartfren Andromax Tab 7.0 yang baru diperkenalkan bulan lalu.

  5. Hehe.. Pak Herry yth. Kalo boleh tau kapan review nya yang untuk New Smartfren Andromax Tab 7.0 .. Soalnya saya sedang menimang-nimang untuk membeli antara New Smartfren Andromax Tab 7.0 atau Lenovo S880. Karena menurut pengamatan saya dengan budget dibawah 2juta. Maka 2 barang tersebut yang patut dipertimbangkan.
    Keduanya punya kekurangan dan kelebihan dalam penulisan spec, nya.. namun dalam pemakaian, mungkin ada hal-hal tak terduga. Itu yang saya ingin tahu sebelum membeli. hehee…(jadi tumbal dong).

    trus harga jual kembali antara New Smartfren tab dan Lenovo bagaimana..

    Saya memilih 2 ponsel tersebut dengan kepentingan untuk memutar musik, merekam dan melihat hasil rekaman (saya dancer, jadi perlu untuk mereview gerakan dll), internet(sebagai modem tether atau melihat langsung ke layar gadgetnya/pemakaian langsung)

    dan saya menganggap lenovo s880 kurang dalam internet karena GSM(mahal..paling kalo beli kartunya juga 3) dan layar kurang gede. Tapi selebihnya menang dari smartfren.

    ..kok jadi curhat. haha. ya begitu deh pak Herry, ditunggu review new andromax 7 nya 🙂

    Regards

  6. Pak Evan,

    Jadwal menguji pakai New Andromax Tab 7.0 belum diketahui.

    Harga jual New Andromax Tab 7.0 juga belum ketahuan. Saya belum pernah melihat ada yang menjual tablet tersebut dalam kondisi bekas. Kalau untuk Lenovo S880, harga pasaran bekasnya cukup bagus. Masih bisa tembus Rp 1,6 juta dari harga baru Rp 1,999 juta.

    Tanpa melihat kinerja masing-masing perantinya dulu, kalau saya justru lebih memilih S880 daripada New Andromax Tab 7.0. Sebab, S880 bersifat unlocked sehingga bisa dipadukan dengan kartu SIM operator GSM apa pun di Indonesia. Sedangkan New Andromax Tab 7.0 hanya dapat dipasangkan dengan Smartfren. Padahal, kinerja layanan akses data Smartfren dalam pantauan saya terus menurun. Bukan “I Hate Slow” lagi, melainkan sudah berubah menjadi “I Love Slow”.

  7. Kalo utk dipake aplikasi gambar menggambar gimana pak?
    Cukup mumpuni nggak?

    Spt aplikasi bamboo paper, sketchbook, dll

  8. Pak Ndableg,

    Saya belum pernah mencoba aplikasi yang Bapak sebutkan tersebut. Kalau melihat respons dan tampilan layar Andromax Tab, dijamin kurang nyaman deh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *