Serasa Mengetik Pakai Netbook

Pabrikan ponsel telah merancang produknya sedemikian rupa sehingga pengguna bisa mengetikkan SMS, email, maupun catatan kecil dengan mudah. Hal itu berlaku untuk segala bentuk ponsel, mulai candybar, full qwerty, sliding, flip, hingga full touch screen.

Meski demikian, bila materi yang harus diketikkan tergolong banyak, langsung merangkai ribuan karakter via ponsel pasti kurang nyaman. Tak percaya? Cobalah mencari pinjaman BlackBerry Bold 9900 alias Dakota. Nyaris semua orang setuju bila kenyamanan qwerty keypad Dakota pantas mendapatkan acungan jempol.

Alternatif lain, silakan meminjam Apple iPad, boleh generasi pertama, kedua, atau ketiga. Layar sentuh tablet itu termasuk yang paling responsif dan enak dipandang mata. Ukurannya yang relatif lebar seharusnya membuat jari-jari tangan relatif leluasa menari di atas layar.

Nah, sekarang ketikkan rangkaian kalimat lewat Dakota atau iPad. Biar tak perlu susah-susah memikirkan kalimat apa yang mesti diketikkan, salinlah salah satu berita utama di koran atau majalah. Apa yang Anda baca, itulah yang Anda ketikkan.

Pada 5-10 menit pertama, Anda mungkin masih merasa nyaman. Namun, setelah durasi itu, jari jemari Anda bakal mulai lelah. Mata juga mulai protes, meminta beristirahat.

Memadukan ponsel maupun tablet dengan keyboard atau papan ketik eksternal merupakan solusi bijak untuk pengguna yang harus sering mengetik panjang. Penulis, contohnya, belum lama ini menguji pakai Freedom Pro Keyboard. Ia merupakan sebuah papan ketik lipat yang memanfaatkan koneksi bluetooth.

Ketika sedang terlipat, Freedom Pro Keyboard berukuran 16,25 x 10,29 x 1,92 cm. Ia dapat disimpan di sebuah leather case yang otomatis diperoleh setiap pembeli papan ketik lipat itu.

Kala hendak digunakan, pengguna tinggal mengeluarkan papan ketik tersebut, lalu membukanya. Deretan tombol ala keyboard netbook spontan terlihat. Dalam kondisi terbuka, Freedom Pro Keyboard memiliki dimensi fisik 31,92 x 10,29 x 0,96 cm. Dengan asumsi dua baterai AAA telah dipasangkan, berat total papan ketik itu 258 gram.

Tombol-tombol di papan ketik lipat itu sangat layak disebut ergonomis. Penulis yang berjari tangan besar pun dengan mudah dan nyaman bisa menekannya. Sensasi saat mengetikkan rangkaian kalimat via Freedom Pro Keyboard serasa menuntaskan sebuah artikel memakai netbook.

Agar bisa memandang layar ponsel dengan lebih nyaman, pengguna bisa memanfaatkan penyangga lipat. Penyangga lipat itu awalnya diselipkan di bagian kanan atas Freedom Pro Keyboard. Keluarkan dari slotnya, bukalah, lalu letakkan ponsel di atasnya. Siap pakai deh. Kala selesai digunakan, penyangga lipat itu tinggal dilipat, kemudian diselipkan lagi.

Di situs produsen Freedom Pro Keyboard, peranti itu disebutkan kompatibel dengan gadget Android, BlackBerry, Windows Mobile, dan Symbian seri 60 versi tertentu. Ia juga dapat disandingkan dengan Apple iPad seluruh generasi maupun iPhone 3Gs, iPhone 4, iPhone 4S, dan iPod Touch yang menggunakan sistem operasi versi 4.0.

Penulis sukses memadukannya dengan Nokia E52 yang bersistem operasi Symbian seri 60 dan BlackBerry 9300. Penulis berhasil pula menyandingkannya dengan Sony Mobile Xperia S yang mengadopsi Android 2.3 alias Gingerbread. Namun, penulis gagal “menikahkan” Freedom Pro Keyboard itu dengan Nokia Lumia 800 maupun Smartfren Andro alias Hisense E910.

Kegagalan memadukan Freedom Pro Keyboard dengan Lumia 800 tergolong wajar. Sebab, Lumia 800 bersistem operasi Windows Phone 7.5 yang memang tak disebutkan di daftar kompatibilitas papan ketik lipat itu.

Sedangkan ketidakberhasilan memasangkannya dengan Andro sampai saat ini mencuatkan sejumlah tanda tanya. Pasalnya, Andro bersistem operasi Android 2.3 yang seharusnya didukung oleh Freedom Pro Keyboard. Xperia S yang menggunakan sistem operasi sama juga terbukti sukses “bercakap-cakap” dengan papan ketik lipat bluetooth itu.

Saat ini harga ritel yang disarankan untuk Freedom Pro Keyboard adalah USD 99,99. Bila satu dolar AS dianggap setara dengan Rp 9.400, berarti harga ritel peranti itu sekitar Rp 940 ribu. Dalam pantauan penulis, sebagian penjual menawarkan papan ketik lipat tersebut di kisaran Rp 750 ribu alias lebih rendah daripada harga ritel resmi.

7 thoughts to “Serasa Mengetik Pakai Netbook”

  1. Pak Ary,

    Saya belum pernah mencobanya sendiri. Sebab, ketika saya memakai Lenovo S880, saya sudah tidak memakai keyboard lipat di atas lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *