Smartfren Tawarkan Tujuh Smartphone Baru Sekaligus

Sehari sebelum Indonesia Cellular Show 2013 digelar di Jakarta Convention Center, hari ini (11/6) Smartfren menawarkan tujuh smartphone baru sekaligus. Enam di antaranya bersistem operasi Android. Yaitu, Smartfren Andromax V, New Smartfren Andromax i, Smartfren Andromax C, Smartfren Andromax U Limited Edition, Alcatel one touch D920, dan HTC One SC. Sedangkan satu smartphone lain, Huawei Ascend W1, mengadopsi Windows Phone 8.

“Seiring hadirnya beberapa smartphone terbaru dan untuk mengakomodasi kebutuhan pelanggan, kami juga menghadirkan paket layanan terbaru yang diberi nama Smart Plan. Dengan berlangganan Smart Plan, selain memperoleh paket layanan internet, pelanggan memperoleh paket telepon dan SMS gratis yang dapat dipakai ke operator lain,” kata Djoko Tata Ibrahim, Deputy CEO Smartfren.

Smartfren ICS-5

Inilah daftar dan spesifikasi smartphone terbaru yang ditawarkan Smartren.

Smartfren Andromax V

  • CDMA EvDO rev A dan GSM EDGE
  • Android 4.2 Jelly Bean
  • Layar IPS 5 inci beresolusi 720 x 1.280 piksel
  • Kamera ganda: belakang 8 megapiksel fokus otomatis + lampu kilat, depan 1 megapiksel
  • Prosesor quad core MT6589E+VIA CBP 8.2D 1,2 GHz
  • GPU : PowerVR SG5X
  • RAM 1 GB, ROM 4 GB
  • Selot microSD. Paket penjualan termasuk microSD 4 GB.
  • Baterai 2.300 mAh
  • Harga Rp 2.300.000

 

New Smartfren Andromax i

  • CDMA EvDO rev A & GSM
  • Processor dual core Qualcomm Snapdragon 1,2 GHz
  • RAM 512 MB, ROM 4 GB
  • Tebal kurang dari satu cm
  • Android 4.1 Jelly Bean
  • Kamera ganda: belakang 5 megapiksel fokus otomatis + lampu kilat, depan 1,3 megapiksel
  • Layar IPS + Optically Clear Adhesive (OCA) 4 inci beresolusi 480 x 800 piksel
  • Baterai 1.630 mAh
  • Harga Rp 1.299.000

 

Smartfren Andromax C

  • CDMA EvDO rev A & GSM
  • Prosesor dual core 1 GHz
  • RAM 512 MB, ROM 4 GB
  • Tebal 11 mm
  • Android 4.0 Ice Cream Sandwich
  • Kamera 2 megapiksel
  • Layar TFT 4 inci beresolusi 480 x 800 piksel
  • Baterai 1.420 mAh
  • Harga Rp 649.000

 

Smartfren Andromax U Limited Edition

  • CDMA EvDO rev A & GSM GPRS
  • Android 4.1 Jelly Bean
  • Prosesor quad core Qualcomm Snapdragon 1,2 GHz
  • RAM 1 GB, ROM 4 GB
  • Layar IPS 4,5 inci beresolusi 540 x 960 piksel
  • Baterai 1.800 mAh
  • Kamera ganda: belakang 8 megapiksel fokus otomatis + lampu kilat, depan 2 megapiksel
  • Harga Rp 1.699.000, bonus flip leather case

 

Alcatel one touch D920

  • CDMA EvDO rev A & GSM
  • Prosesor dual core Qualcomm Snapdragon 1,2 GHz
  • Android 4.1 Jelly Bean
  • RAM 768 MB, ROM 4 GB
  • Layar 5 inci
  • Baterai 2.000 mAh
  • Kamera ganda: belakang 5 megapiksel fokus otomatis + lampu kilat, depan 1,3 megapiksel
  • Harga Rp 1.699.000

 

HTC One SC

  • CDMA EvDO rev A & GSM
  • Prosesor dual core 1 GHz
  • Kamera 5 megapiksel fokus otomatis + lampu kilat
  • Beats Audio
  • Layar Super LCD2 4,3 inci beresolusi 480 x 800 piksel
  • Android 4.0 Ice Cream Sandwich
  • RAM 1 GB, ROM 4 GB
  • Baterai 1.800 mAh
  • Harga Rp 3.099.000

 

Huawei Ascend W1

  • Dual mode CDMA rev B & GSM HSDPA, single slot, single standby
  • Prosesor dual core Qualcomm Snapdragon MSM 8630 1,2 GHz
  • Layar IPS 4 inci beresolusi 480 x 800 piksel
  • RAM 512 MB, ROM 4 GB
  • Kamera ganda: belakang 5 megapiksel fokus otomatis + lampu kilat. Resolusi kamera depan belum diketahui.
  • Baterai 1.950 mAh
  • Harga Rp 1.999.000

 

Lokasi acara saat masih dalam tahap persiapan.

Smartfren ICS-2

Penampakan sebagian produk. Silakan klik untuk melihatnya dalam ukuran lebih besar. Dari kiri ke kanan: Huawei Ascend W1 warna putih, Smartfren Andromax V, dan Ascend W1 biru.

Smartfren ICS-1

Alcatel one touch D920.

Smartfren ICS-4

Smartfren Andromax C.

Smartfren ICS-3

 

43 thoughts to “Smartfren Tawarkan Tujuh Smartphone Baru Sekaligus”

  1. info dulu pak akhir akhir ini web ponselmu bisa diakses lagi di opera mini

    itu baca baca spek gagdet smartfren yang hanya tercantum gsm berarti tidak bisa mengunakan jalur internet dari gsm yah pak?

    khusus yang Huawei Ascend W1 itu koneksi datanya evdo rev b dan hsdpa yah pak? kalau betul evdo rev b dan hsdpa wow mantap juga

    1. Pak Ukub,

      Terima kasih atas informasinya soal Opera Mini. Kasusnya memang aneh dan saya tak mengetahui penyebabnya. Beberapa hari lalu, sempat ada yang menginformasikan kalau gagal mengakses Ponselmu via Opera.

      Terkait Smartfren, karena saya belum menguji pakai masing-masing produk yang barusan diluncurkan, saya sebatas mengetikkan informasi yang saya peroleh dari brosur dan siaran pers. Sebagian produk masih kurang jelas GSM-nya sama sekali tidak bisa dipakai berinternet atau bisa berinternet, tetapi hanya GPRS.

      Tentang Ascend W1, di brosur tidak ada penjelasan yang mendetail. Namun, saya sempat bertanya kepada seorang kenalan yang telah mencoba produk itu. Koneksi data CDMA-nya konfirm EvDO Rev B. Yang masih belum diketahui, CDMA-nya locked atau unlocked. Sedangkan GSM-nya unlocked dan bisa HSDPA.

    1. Pak Javito,

      Saya belum bisa me-review ponsel itu. Lha Andromax C belum dijual. Masih tahap pre-order.

      Satu hal yang perlu diingat, dengan harga yang sangat murah itu, jangan mematok harapan yang terlalu tinggi ya.

  2. Smartfren memang punya strategi bagus dalam rilis produk-produk bundling-nya. Biasanya harga produk tersebut cukup murah dibanding spesifikasinya. Hanya jangan banyak berharap pada adanya rilis update versi Android-nya, jadi ya dipakai saja apa adanya. Untuk hape, saya memakai Smartfren Jambu, cukup baik kualitasnya dibanding harga yang segitu (200 ribuan aja).

    Saya pengguna Smartfren (dulu masih Fren, 0888x) sejak 2006. Hingga sekarang, banyak sekali kenikmatan-kenikmatan masa lampau yang telah berkurang. Kualitas suara, fasilitas-fasilitas yang ditawarkan, dsb. Dulu saya selalu terpikir, mengapa operator sebaik Fren kok tidak bisa berkibar? Yang terpikir, sepertinya manajemen mereka kurang fokus/tota; pada pemasaran. Saat itu kalau tidak masalah masih satu grup di bawah MNC. Kalau sekarang sudah beda, bahkan sangat beda. Makin banyaknya pengguna membuat kualitas jaringan tak sebaik dulu. Hukum alam.

    Itu untuk voice. Untuk data, saya juga memakai modem Smartfren juga, dan awalnya sungguh memuaskan. Begitu iklan gencar di media massa, begitu berlipatnya pengguna mereka, sekarang saya harus berpindah hati ke produk lain yang lebih ramah bagi saya. Apalagi saya tinggal di daerah kampus, yang pasti load penggunaan datanya tinggi.

    Sekedar cerita kosong, Pak HSW. Saya masih punya harapan agar Smartfren masih berkeinginan terus meningkatkan kualitas jaringannya, seiring bertambahnya jumlah penggunanya.

    1. Pak Cak Hananto (he.. he.. Cak mestinya sudah mewakili Pak ya),

      Setuju. Kalau dilihat, Smartfren saat ini menjadi satu-satunya operator CDMA yang terlihat agresif. Esia, Flexi, apalagi StarOne kurang terdengar suaranya.

      Soal kinerja, saya juga setuju. Zaman Mobile-8 malahan terasa lebih bagus ya. Amat mungkin karena dulu pelanggannya masih sangat sedikit. Jadi, jaringan longgar banget.

  3. saya mau tanyan dong pak,kalo semisal aplikasi whatsapp bisa aktif gak ya keduanya di hape dual on
    soalnya pengan beli andromax v neh saya
    mohon dong pencerahannya

    1. Pak Boy Utomo,

      Ini maksudnya Bapak ingin mengaktifkan dua akun WhatsApp di sebuah ponsel dual on ya? Jawabannya, tidak bisa.

  4. Benar seperti yang dikataan Cak Hananto, Smartfren sekarang tidak seperti dulu lagi. Misalnya, untuk paket internet, dulu rasanya masih benar-benar terasa yang namanya unlimited. Sekarang sudah banyak “ketentuan-ketentuan” lainnya yang membuatnya seperti tidak benar-benar unlimited lagi, terutama kuota dan FUP-nya.

    1. Pak Iwan,

      Boleh. Tapi, saya ada satu permintaan juga: semua tipe ponsel tersebut tolong dikirimkan ke rumah saya ya. 🙂

      Dengan mempertimbangkan ketersediaan barang untuk dicoba, tampaknya lumayan sulit kalau saya harus me-review semuanya. Rencana sementara ini, saya akan cari tipe yang paling atas (entah Andromax V, Alcatel one touch D920, atau Huawei W1) dan tipe terendah (Andromax C).

  5. Pak Herry,

    saya juga (cuma) penasaran, sama seperti pak Ukub, Huawei Ascend W1 itu evdo rev B dan HSDPA nya tergantung kartu yang hanya 1 slot SIM dan bisa diganti antara Smartfren atau GSM, apakah seperti itu?
    Jika benar, berarti tanpa kartu Smartfren pun bisa?
    Kalo saya lihat di http://www.gsmarena.com/huawei_ascend_w1-5065.php spesifikasinya tidak tercantum CDMA nya.

    Lalu, Andromax C kalo saya amati apakah memang spesifikasinya mirip Andromax i lama cuma beda di kamera?
    Jika benar, bisa membuat harga Andromax i lama jatuh, lagipula sudah ada Andromax i yang baru dengan processor beda 200Mhz, LED Flash, JellyBean, serta layar lebih bagus dan body lebih tipis.

    Kalo Andromax U baru kelemahannya dibanding Andromax U lama, GSM nya cuma GPRS.

    1. Pak Yopie,

      Benar, selot kartu di Huawei Ascend W1 hanya satu. Untuk menikmati layanan operator GSM, Anda tinggal menyelipkan kartu SIM GSM. Tak perlu ada kartu Smartfren. Yang sampai sekarang belum saya ketahui adalah status CDMA-nya locked atau unlocked.

      Terkait Andromax C, detail spesifikasinya belum saya ketahui. Bisa jadi ada perbedaan di jenis prosesor atau layar yang dipakai, meski kecepatan atau resolusinya sama.

  6. Aku penasaran niih sama Alcatel One Touch D920, pengen tau kelebihan & kekurangannya. Yg udah pake, tlg kasih reviewnya yaa 🙂

    1. Pak Ukub,

      Saya sendiri belum menguji pakai W1. Informasi bahwa GSM-nya bisa HSDPA itu bersumber dari seorang rekan yang pernah mencoba sendiri W1. Ia tergolong penggemar acang dan selama ini informasi yang diberikannya selalu akurat.

  7. pak, kenapa V lebih mahal jauh dari pada U limited edition ya? bedanya sampai 700 ribu. padahal qualcomm seharusnya lebih premium daripada mediatek kan ya?

    1. Bu Melisa,

      Alasan pastinya saya tak tahu. Bagian dari strategi pemasaran juga kali ya. Mungkin pula harga kulakan dari ZTE (pabrikan asli Andromax V) lebih mahal daripada harga kulakan Andromax U Limited Edition.

  8. Mas herry. Mau nanya nih, sedikit oot 🙂 kalau tanpa membedakan gsm atau cdma, mending mana hisense punya smartfren sama cross dengan spek yang sama. Matur nuwun.

  9. iya mas Herry. soalnya saya denger-denger sih, kalau hp cross itu hp lokal dengan sertifikasi CE (Conformite Europene) standar eropa. mala pernah baca di blog (lupa nama blognya) katanya ada beberapa tipe hp yang komponen di impor dari amerika segala. jd ada yang bukan buatan cina.

    1. Pak Yayax,

      Saya juga pernah membaca hal itu. Trus, saya iseng meminta bukti bahwa Cross beneran memiliki sertifikasi CE. Eh, sampai sekarang tak ada kelanjutannya.

      Saran saya, daripada beli produk Cross, mending nambah sedikit untuk membeli produk merek global yang harganya sudah semakin terjangkau. Hisense sendiri berasal dari China. Namun, tarafnya memang belum sepopuler Huawei yang sudah berada di kelas merek global.

    1. Pak Iwan,

      Saya tak tahu Andromax U Limited Edition itu aslinya dari pabrikan mana.

      Perbedaan dengan Andromax U lama: prosesor jadi quad core dan RAM jadi 1 GB.

  10. Pak Herry,
    saya lagi menunggu nih 7 Smartphone Launching di Surabaya tercinta ini hhe.. karena waktu itu saya juga mengikuti Pameran ICS (Indonesia Celular Show 12-16 Juni lalu di Jakarta) yang notabene pertama kali Smartfren launching 7 senjata andalannya berikut dengan Dummy nya jadi bisa di Coba, di pegang & diliat hhe..

    Mungkin untuk membantu para pembaca juga disini waktu itu di Pameran ICS 7 ponsel ini hanya di jual Pre Order saja karena biar tidak mengalami antrian yang panjang, jadi pengunjung hanya dimintai Database tanpa DP yang berikutnya Handphone tersebut akan dikirim ke rumah oleh kurir beserta pelunasannya di masing2 tempat tinggal pembeli.

    Nah akankah di Surabaya juga akan seperti ini? pembeli datang ke tempat Launching lalu belum membawa Handphone tsb. ? hhe.. kita tunggu saja. klo bisa di info kan ya Pak Herry klo ada Launching di Surabaya 🙂

    1. Pak Azrul,

      Dugaan saya di Surabaya tidak ada peluncuran besar-besaran, melainkan langsung jualan. Saat di ICS Jakarta yang dipasang bukan hanya dummy lho, Pak. Ada demo unitnya yang benar-benar bisa menyala, meskipun hanya 1-2 unit.

      Iya, saat ICS harus pre-order karena ada kendala di proses impor. Sepertinya yang sudah pre-order pun sampai saat ini belum dapat barangnya ya?

      Mestinya sih yang kelak di Surabaya sudah langsung jualan dan benar-benar ada barangnya. Kalau waktu ICS itu kan boleh dibilang kondisi force majeur.

  11. Pak Ridho,

    Sudah tersedia. Namun, harganya di atas harga resmi. Harga resminya kan Rp 1,699 juta. Harga di pasar Surabaya mulai Rp 1,7 juta sampai Rp 1,775 juta.

    Saya kan memang sudah tidak di JJFM, Pak. JJFM kini berubah menjadi Jeje Radio. Segmen pendengar juga berubah.

  12. Pak Herry, mengingat smartfren yg sekarang spt Pak Herry pernah bilang, sudah tidak “hate slow” lagi tetapi “hate fast” (saya sendiri jg mengalami), saya ada pertanyaan apa ada rekomendasi dr Pak Herry ponsel android dual sim on GSM-CDMA yg punya spek mirip2 andromax V atau new andromax U tapi yg akses internet nya menggunakan sim GSM yg sdh 3G? Saya sebenarnya tertarik dgn Spek andromax V tp enggan berinternet menggunakan Smartfren yg “love slow”. Terima kasih Pak Herry.

    1. Pak Indra,

      He… he… iya, sekarang Smartfren I Love Slow.

      Apakah yang Bapak maksud adalah ponsel dual on GSM-CDMA dengan akses internet GSM-nya 3G, sedangkan CDMA-nya cuma CDMA 2000-1x? Kalau iya, di pasaran belum ada.

  13. Menurut Pak Herry bagus mana new smartfren i sama lenovo a390 ? dilihat dari segi audio, kamera, dan layar.
    Makasih

  14. siang mas Herry..

    Tolong dong kapan-kapan review alcatel d-920, dibeberapa forum lagi deman nih acang. soalnya cdma teryata tidak di lock sama si smart, selain itu, khusus wilayah surabaya, sedikit ada masalah sama frek cdma nya (tapi udah di atasi di SC) nya

    matur suwun

    1. Pak Khaidir,

      Barang yang antre di-review ada banyak nih. Kemungkinan saya takkan me-review D920 karena sempat kesulitan mendapatkan barangnya. Ketika barang mulai agak mudah ditemukan, sudah ada aneka acang lain yang “berbaris”.

      Selot CDMA memang tidak dikunci. Namun, bila tak berencana memakai kartu bawaan, sebaiknya kartu itu dilepas dulu sebelum menyalakan D920 untuk kali pertama. Sebab, sempat kejadian ponsel akhirnya ter-locked Smartfren selama periode tertentu gara-gara ponsel dinyalakan dengan kartu Smartfren bawaan terpasang.

      Untuk wilayah Surabaya, yang saya dengar sempat bermasalah dengan Flexi. Kalau dengan operator lain tak ada masalah. Setelah dilakukan perbaikan firmware, mestinya masalah itu tidak muncul lagi.

  15. Wah, soal kartu bawa an luput dari pantauan saya di forum mas. Kalau soal firmware emang udah ada solusi. Matur suwun “review” dadakannya

  16. pak Herry SW saya mau nanya apakah andromax w itu bener2 bisa hsdpa untuk GSM nya? soalnya banyak yg udah nyoba dan review bilang mentok di egde? galau nih… hahaha…

    1. Pak Sorata,

      Ini maksudnya Huawei Ascend W1 ya? Informasi yang dulu saya dapatkan, GSM-nya bisa HSDPA. Namun, ada rekan yang sudah beli, ternyata GSM-nya cuma sampai EDGE. Kemungkinan awalnya memang bisa HSDPA, tetapi kemudian dibatasi sampai EDGE saja atas permintaan Smartfren.

    2. Pak Sorata,

      Kelupaan satu hal. Kalau akhirnya akan membeli Ascend W1, sebaiknya jangan membelinya di Galeri Smartfren. Belilah di toko biasa karena akan menghemat pengeluaran minimal Rp 200 ribu.

  17. pak minta infonya, huawei w1, cdmanya dilock apa ga ya. . . saya ada minat utk ganti hp cdma yg sudah jadul, karena cdmanya saya pakai esia, terimakasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *