Tiga Fungsi, Tiga Sumber Tenaga

Sebuah produk ZTE tahun lalu sukses mencuri perhatian penulis. Ketika itu beredar ZTE AC30 Global Mobile Hotspot, peranti MiFi alias router nirkabel portabel yang bisa dipadukan dengan nomor GSM maupun CDMA. Sebelumnya, selot kartu di sebuah MiFi hanya dapat dijodohkan dengan nomor GSM atau CDMA. Salah satu saja.

Bulan lalu, satu produk ZTE kembali membuat penulis penasaran mencobanya. Produk itu bernama lengkap ZTE MF70. Sepintas ia adalah modem USB berukuran agak tambun. Padahal, ia sebenarnya adalah dongle USB 3-in-1. Ada tiga fungsi utama yang terbenam di dalamnya.

Pertama, ia merupakan modem USB yang mendukung layanan HSPA+ dengan kecepatan unduh sampai 21,6 Mbps. Calon pembeli tak perlu merisaukan tulisan Telkomsel Flash Live Fast yang tercetak di salah satu sisi MF70. Sebab, praktiknya ia bisa dipadukan dengan kartu SIM seluruh operator GSM di Indonesia. Tulisan Telkomsel sebatas penanda bahwa penjualan MF70 dibundel dengan layanan internet operator GSM yang identik dengan warna merah tersebut.

Kedua, MF70 dapat didayagunakan sebagai router nirkabel yang mudah diajak berjalan-jalan. Ia siap membagikan koneksi internet via Wi-Fi dengan sepuluh peranti sekaligus. Wujudnya boleh laptop, tablet, ponsel, maupun acang lain.

Terakhir, di dalam MF70 terdapat selot microSD. Kalau sekeping microSD diselipkan ke selot tersebut, maka file yang tersimpan di dalamnya siap diakses secara nirkabel oleh peranti lain yang diberi izin akses. Dengan pengaturan tertentu, pengakses bukan cuma dapat mengunduh dan membaca isi file. Pengakses dimungkinkan menyunting maupun menambahkan file baru.

Selama proses uji pakai, penulis mencoba tiga fungsi utama MF70. Seluruhnya berfungsi. Satu catatan yang perlu dicetak tebal, bila dipakai tanpa henti selama sekitar dua jam saja, temperatur bodi MF70 telah layak disebut panas. Entah berapa derajat Celcius. Yang pasti, suhunya sudah tak bisa dikategorikan hangat.

Hal lain yang cukup aneh, kecepatan akses data via MF70 sesekali mendadak turun drastis. Kondisi tersebut biasanya berlangsung sementara. Perlambatan signifikan itu tidak penulis alami saat kartu SIM yang sama dipindahkan ke modem USB lain.

Di dalam bodi MF70 tidak terdapat baterai internal. Jadi, supaya dapat digunakan, ia harus “menimba” sumber tenaga eksternal. Pengguna bisa menancapkannya ke port USB di laptop atau PC. Alternatif lain, hubungkan MF70 dengan portable charger alias powerbank. Saat berada di kantor atau rumah, pengguna boleh pula memadukan MF70 dengan adapter USB yang terhubung ke sumber listrik.

Dalam pantauan penulis, MF70 yang dibundel dengan layanan internet Telkomsel 500 MB selama tiga bulan dijual Rp 599 ribu. Sedangkan MF70 tanpa bundel layanan internet ditawarkan di kisaran harga Rp 529 ribu.

Pascaberedarnya MF70, penulis sekarang mengangankan produk yang mengawinkan MF70 dengan AC30 Global. Penampakan seperti modem USB ala MF70 dan siap dipakai untuk menikmati layanan internet operator GSM maupun CDMA ala AC30 Global. Andaikan hal itu bisa terwujud, ah… betapa asyiknya. Setidaknya di ransel penulis tak perlu lagi ada dua modem USB.

5 thoughts on “Tiga Fungsi, Tiga Sumber Tenaga

  1. Pak Dhan,

    Benar, kalau acuannya sebuah modem USB, kelebihan ZTE MF70 adalah ia bisa pula difungsikan sebagai router nirkabel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *