Tingkatkan Produktivitas Nelayan, XL Luncurkan mFish

XL Axiata meluncurkan program mFish. Nelayan di area tertentu akan memperoleh satu paket peranti untuk membantu mereka saat melaut. Dengan peranti itu, produktivitas nelayan diharapkan meningkat. Ekosistem wilayah tangkapan juga terjaga.

Peluncuran mFish dilakukan oleh Menkominfo RI Rudiantara dan Wakil Presdir XL Dian Siswarini di Pantai Pondok Perasi Ampenan, Lombok, 26 Februari lalu. “Sebagai pilot project, mFish baru mencakup beberapa wilayah. Hari ini di Lombok, lalu Karimunjawa, Demak, Tegal, dan enam bulan mendatang di Kendari,” kata Dian.

mFish-1

Tone, pengembang mFish, mendesain aplikasi itu untuk ponsel bersistem operasi Android. Berbekal mFish nelayan bisa memantau perkiraan cuaca, tinggi ombak, dan harga pasaran ikan. Lokasi ideal pencarian ikan yang didasarkan pada keberadaan juga dapat diketahui. mFish mendapatkan data secara real time dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).

Melalui mFish, para nelayan bisa pula membaca berita, menyaksikan aneka video edukasi, maupun chatting antarpengguna. Atas masukan dari nelayan, kelak fitur mFish bakal ditambah. Salah satunya, menyampaikan pesan darurat seandainya nelayan mengalami musibah di tengah laut.

***

Menkominfo RI Rudiantara saat berbincang dengan seorang nelayan di acara peluncuran mFish.

mFish-2

Rudiantara (ketiga dari kiri) bersama Wakil Presdir XL Dian Siswarini (paling kiri) menyerahkan perangkat mFish kepada nelayan di Pantai Pondok Perasi Ampenan, Lombok.

mFish-3

Paket peranti mFish. Isinya terdiri atas ponsel Android yang telah dilengkapi aplikasi mFish, kartu prabayar XL, paket data 1 GB per bulan, solar charger, dan panduan pemakaian. Tas yang menampung paket tersebut dapat difungsikan sebagai kantong kedap air.

mFish-4

mFish-5

Inilah penampakan ponsel yang dibagikan kepada nelayan. Nama lengkapnya, Venera 613 alias Venera Volt 3.

Spesifikasi Volt 3, antara lain, dual SIM GSM-GSM, layar empat inci, prosesor dual core 1,2 GHz, RAM 512 MB, ROM 4 GB, dan selot microSD. Ada pula bluetooth, Wi-Fi, dan GPS. Ponsel Android 4.2 Jelly Bean dengan baterai 1.000 mAh itu telah mendukung layanan 3G.

mFish-6

mFish-7

Tahun ini ditargetkan 50 ribu nelayan telah memanfaatkan mFish. Untuk sosialisasi, XL menggandeng beberapa lembaga nirlaba yang dikenal memiliki perhatian kepada nelayan. Misalnya, RARE, Yayasan Masyarakat dan Perikanan Indonesia (MDPI), serta LINI.

mFish-8

mFish-9

Inilah wujud charger tenaga surya (sebenarnya lebih tepat disebut sebagai power bank yang dapat diisi ulang memakai sinar matahari) disertakan dalam paket mFish.

mFish-10

Mengacu kepada spesifikasi yang tercetak di bodi power bank, di dalam peranti itu dibenamkan baterai lithium polymer berkapasitas 5.000 mAh. Dalam kondisi paling optimal, ia seharusnya sanggup tiga kali mengisi ulang baterai ponsel mFish sampai penuh.

mFish-11

Kala daya power bank telah melemah, nelayan tinggal mengisi ulang power bank itu. Tersedia dua alternatif cara. Pertama, saat berada di tengah laut, power bank itu dibiarkan terkena paparan sinar matahari nan terik. Waktu yang dibutuhkan mencapai puluhan jam.

Alternatif kedua, ketika nelayan sudah kembali ke darat, power bank tersebut disambungkan dengan charger ponsel yang menancap ke sumber listrik. Proses pengisian ulang akan tuntas dalam 6-8 jam.

Power bank itu memiliki dua output USB yang masing-masing mampu melewatkan arus hingga 1A. Ada pula sebuah lampu senter mungil.

mFish-12

mFish-13

mFish-14

 

16 thoughts to “Tingkatkan Produktivitas Nelayan, XL Luncurkan mFish”

  1. “Bawa 3 modem berisi 3 nomor dari operator yang berbeda. Internet ketiganya ngadat,” ini kutipan dari tweet-an pak Herry, apa ini terjadi selama pak Herry meliput peristiwa di atas itu, ya? … OOT dikit pak, kalau ponsel Android QWERTY sepertinya sudah bisa dipastikan tak dilengkapi fitur pemutar layar, tapi adakah ponsel Android non-QWERTY yang tak dilengkapi pemutar posisi layar? Jadi layarnya selalu dalam satu posisi saja, vertikal terus misalnya. Jangan-jangan ponsel Android non-QWERTY yang 500 ribuan itu yang tak dilengkapi fitur pemutar orientasi layar?

    1. Pak Doubleyoueyedee,

      Bukan. Kejadian bawa tiga modem tiga operator itu saya alami di WTC Surabaya.

      Sudah lama sekali saya tidak menjumpai ponsel Android seperti yang Anda maksud. Saking lamanya, saya sudah lupa terakhir kali mencoba ponsel merek/tipe apa yang tanpa fitur auto-rotate. Ponsel Android Rp 400 ribuan pun sekarang ada auto-rotate-nya kok.

  2. Pak Herry,

    Saya ingin mengisi batre tablet saya dengan charger keluaran 500 mA karena tablet tersebut akan saya tinggal selama keluar sekitar setengah hari. Apakah hal tersebut akan berpengaruh buruk pada baterai tablet? (mengingat daya yang dibutuhkan untuk charging adalah 2A,berarti saya hanya menyuplai seperempatnya saja). Terimakasih

    1. Pak Eko,

      Saya justru khawatir charger 500 mA itu takkan mampu mengisi ulang baterai tablet Anda. Bahasa umumnya, nggak kuat ngangkat.

    1. Pak Ahsan,

      Ada. Setelah Huawei Ascend Mate 7, Acer Liquid Leap, dan Polytron Zap 5, saya akan mengulas salah satu tipe Android One. Yang mana? Rahasia. 🙂

    1. Pak Yuwono,

      Minggu lalu saya sempat menanyakan hal itu. Jawaban yang saya dapatkan, dengan ponsel GSM biasa, di laut yang berjarak 6-7 kilometer dari pantai, nelayan masih bisa mendapatkan sinyal.

  3. Koh Herry,apakah android one dan google nexus memiliki kesamaan dalam hal layanan eksklusif google seperti prioritas update,dsb? Atau hanya untuk sekedar “brand” saja? Terimakasih

    1. Pak Abah Liem,

      Prioritas update sama-sama dapat. Bedanya, Android One itu menyasar segmen bawah. Ehmm… mudahnya, buat orang yang ingin coba Android, tetapi anggaran terbatas banget deh. Kalau Nexus kelasnya lebih tinggi.

  4. pak hsw yth, maaf oot.lumia 625 itu di katalog nya 4g/lte tapi fakta nya cuma 3g. yg betul yg mana?.soalnya tempo hari di otak atik xl hanya 3g.trims.

    1. Pak M. Ridlo,

      Seingat saya, Lumia 625 mendukung 4G/LTE. Namun, frekuensinya 800, 1.800, dan 2.600 mAh. Jadi, belum cocok dengan layanan 4G/LTE operator GSM di sini yang sekarang berjalan di frekuensi 900 MHz.

  5. Pak Herry, itu ponsel Veneranya, Venera Volt3, apa berasal dari pembuat ponsel yang sama yang dulu pernah membuat ponsel Venera V1, ponsel lokal buatan Tiongkok jiplakan Perancis (ngejiplak Alcatel OT-800 Tribe) dan mengaku-ngaku dari Amerika?

    1. Pak Doubleyoueyedee,

      Ya, Venera yang sama dengan Venera Voyager V1 zaman dulu.

      Voyager V1 itu bukan jiplakan, melainkan memang rebranding dari Alcatel.

      Benar, dulu waktu memasarkan Venera Voyager V1, mereka sempat mengaku merek Amerika. Untunglah cepat bertobat. Mulai tipe kedua dan berikutnya sudah berubah. 🙂

  6. Pak Herry, kebetulan saya suka mancing ke tengah laut. Apakah fitur mFish bisa didownload di hp android apapun, ataukah paket seperti di atas juga bisa dibeli? Selain itu sekalian nanya, Pak. Saya ingin membelikan kakak laki-laki (yang selama ini setia dengan hp biasa karena nyaman dikantongi) sebuah smartphone dengan ukuran nyaman di saku baju, yang bagus di audio, sudah mendukung lte, harga bebas, mohon saran beberapa pilihan Pak. Sebetulnya kakak saya penggemar Sony sih. Makasih sebelumnya.

    1. Pak Sofwy,

      Soal mFish, jawabannya setahu saya tidak bisa.

      Beralih ke pertanyaan kedua. Kalau akan dikantongi di saku celana, berarti idealnya ukuran layar kurang dari lima inci. Silakan mempertimbangkan Xperia Z3 Compact. Review ada di blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *