Uji Pakai Layanan AHA (6)

Minggu, 27 Juni 2010. Sebagian orang memilih menghabiskan tanggal merah itu dengan nggowes alias bersepeda angin keliling kota. Sebagian orang mencari “makanan batin” dengan beribadah ke gereja. Sebagian lainnya mungkin berkumpul dan bermain bersama anak tercinta.

Bagi saya, hari itu justru bakal menjadi hari dengan penuh aktivitas. Saya harus meneruskan uji pakai layanan AHA. Minimal empat lokas. Kalau memungkinkan ditambah dengan satu lokasi: Bandara Juanda.

Sekitar pukul 11.00, saya tiba di WTC yang oleh mayoritas orang dianggap sebagai pusat penjualan ponsel teramai di Surabaya. Begitu lekatnya WTC dengan ponsel, sampai-sampai kepanjangan WTC yang dulunya World Trade Center diplesetkan menjadi World Telephone Center.

Tiba di “kantor”, saya mengeluarkan laptop, charger, dan modem AHA. “Kantor”? Ya. Saking seringnya duduk di area itu untuk mengetik naskah atau membalas email, beberapa pemilik toko, manajer, bahkan general manager WTC secara bercanda menyatakan kalau area di WTC lantai dua tersebut adalah kantor saya.

Buat yang belum mengetahui tampilan fisik modem AHA, seperti ini penampakannya.

Bagian konektor USB bisa diputar dalam berbagai sudut. Jadi, kalau nggak ingin berdiri, pengguna tinggal mendorongnya sampai lebih mendatar. Kayak begini nih contohnya.

Kurang datar? Dorong lagi saja. Sampai sejajar dengar permukaan meja pun bisa kok.

Sinyal EvDO AHA penuh. Mentok. Uji pakai diawali dengan membuka YouTube dan memutar sebuah klip video berdurasi satu jam 52 menit. Kecepatan rata-rata yang saya peroleh 469 kbps. Sedangkan kecepatan maksimalnya pernah menyentuh 1,62 Mbps.

Pengukuran sempat tersendat ketika seseorang menghampiri saya dan bersikap SKSD. Sok kenal sok dekat. Ia mengajak ngobrol soal ponsel, bertanya-tanya tentang ponsel, dan memuji-muji sebuah ponsel merek lokal. Awalnya saya meladeni pembicaraannya. Namun, karena ia terlihat semakin menjadi-jadi, saya mulai memperlihatkan bahasa tubuh tidak bersahabat. Akhirnya, ia pergi juga. Saya pun bisa melanjutkan aktivitas.

Masuk ke percobaan kedua. Saya mengunduh tiga file berukuran puluhan MB dari suatu server lokal. Kecepatan unduhnya membuat saya tersenyum. Rata-rata 2,82 Mbps dan tertinggi 3,08 Mbps.

Berikutnya, melakukan pengukuran kecepatan via beberapa situs. Yang pertama, Speedtest.net. Kecepatan unduh 3,12 Mbps, sedangkan kecepatan unggah 0,75 Mbps.

Merujuk Bandwidthplace.com, kecepatan unduh 927 kbps, sedangkan kecepatan unggah 514 kbps.

Mari kita coba mengukur kecepatan via Indosatm2.com. Hasilnya lebih tinggi daripada Bandwidthplace, namun lebih rendah daripada Speedtest. Berapa? Kecepatan unduh menembus 2,695 Mbps, sedangkan kecepatan unggah 678 kbps.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *