Uji Sinyal HSPA Axis di Surabaya

Axis tampaknya sedang rajin memperluas jangkauan jaringan HSPA, salah satunya ke Surabaya. Untuk membuktikan hasil peningkatan jaringan itu, kemarin mereka mengajak jurnalis dari berbagai media untuk melakukan uji sinyal. Saya kebetulan juga diajak.

Pukul 09.00, ketika pusat perbelanjaan Ciputra World Surabaya di Jl Mayjen Sungkono belum buka, para peserta uji sinyal mulai berdatangan. Sarapan pagi dulu di Starbucks Coffee, kemudian mendapatkan penjelasan singkat dari Anita Avianty, Head of Corporate Communications Axis.

Uji sinyal Axis dilakukan secara mobile plus statis. Sebuah bus pariwisata siap mengantarkan para peserta mengelilingi rute sepanjang di dalam kota Surabaya. Karena uji sinyal dilakukan pada Jumat, jarak dan waktu tempuh sengaja tidak dibuat terlalu lama. Maklum, sebagian peserta harus menunaikan ibadah salat Jumat.

Dari Ciputra World, bus menyusuri Jalan Mayjend Sungkono, lalu mengitari bundaran tol Satelit. Selanjutnya bus melewati Jalan Adityawarman, Bengawan, Raya Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Blauran, dan Bubutan. Bus kemudian memutar di Tugu Pahlawan, menuju Jalan Tunjungan, Panglima Sudirman, Urip Sumoharjo, Raya Darmo, dan berputar di dekat Kebun Binatang. Perjalanan berakhir di Ciputra World lagi. Jarak sejauh sekitar 21 kilometer itu dilahap dalam 1,5 jam.

Saat melewati Tugu Pahlawan, Grahadi, dan Taman Bungkul, bus berhenti 5-10 menit. Selama rentang waktu tersebut, dilakukan uji sinyal secara statis alias diam di satu lokasi.

Mardiono Eko Prayitno, Radio Network Planning and Optimization Manager East Java Bali Lombok and Kalimantan Region Axis, menjelaskan proses uji sinyal.

Pengujian dilakukan dengan memanfaatkan TEMS Investigation 8.0, satu di antara dua peranti pengujian yang paling sering digunakan oleh para operator di Indonesia. Peserta bisa melihat proses pengujian lewat televisi yang tergantung di bus.

Silakan mengklik foto untuk melihat foto tersebut dalam ukuran yang lebih besar. Foto yang mengandung banyak tulisan atau grafis saya unggah dengan sisi terpanjang 1.280 piksel. Sedangkan foto yang minim tulisan atau grafis sisi terpanjangnya saya resize menjadi 640 piksel saja.

Ada dua laptop yang digunakan. Laptop pertama terkoneksi dengan sebuah ponsel dan modem. Kartu SIM Axis Pro diselipkan ke masing-masing peranti.

Ponsel dan modem dilekatkan di kaca jendela bus. Bisa menebak merek dan tipe ponsel maupun modem yang digunakan? Modem itu termasuk modem sejuta umat tuh.

Satu laptop lainnya dihubungkan dengan dua modem. Keduanya dipadukan dengan kartu SIM dua operator non-Axis. Operator apa? Rahasia. Ha… ha… ha…. Anda akan bisa menebaknya dengan mudah kalau membaca tulisan ini sampai tuntas.

Biarlah tim network Axis sibuk melakukan pengujian sinyal dan pengukuran performa. Saya iseng melakukan uji pakai dengan cara lain. Peranti yang digunakan: Samsung Galaxy S II, aplikasi Speedtest yang diinstalasikan ke ponsel Android itu, dan kartu Axis Pro yang berlangganan paket internet unlimited mingguan.

Ini nomor Axis yang saya pakai.

Ini tampilan dari net.axisworld.co.id. Berlangganan internet unlimited mingguan kan?

Kurang jelas? Nih… saya beri yang lebih close up.

Jadi, selama roda-roda bus berputar dan beradu dengan aspal, secara berkala saya melakukan pengukuran kecepatan. Ini hasilnya saat di Jalan Bengawan. Kecepatan unduh (download) rata-rata 894 kbps, sedangkan kecepatan unggah (upload) rata-rata 239 kbps.

Di Jalan Raya Darmo… unduh 825 kbps dan unggah 243 kbps.

Di Jalan Basuki Rahmat. Kecepatan bus sekitar 40 kilometer per jam.Kecepatan unduh rata-rata 1.003 kbps, sedangkan kecepatan unggah rata-rata 241 kbps.

Di Jalan Bubutan, unduh 513 kbps dan unggah 236 kbps.

Di Tugu Pahlawan, unduh 995 kbps dan unggah hanya 94 kbps.

Ini juga hasil pengukuran di Tugu Pahlawan. Kecepatan unduh rata-rata 1.005 kbps, sedangkan kecepatan unggah rata-rata 240 kbps. Bedanya dengan yang di atas, pengukuran kedua ini dilakukan secara statis. Bus tidak bergerak.

Di Jalan Tunjungan, unduh 931 kbps dan unggah 242 kbps.

Di Jalan Gubernur Suryo, unduh 539 kbps dan unggah 250 kbps.

Bus berhenti tepat di seberang Grahadi. Pengukuran dilakukan secara statis. Hasilnya, kecepatan unduh rata-rata 1.002 kbps dan kecepatan unggah rata-rata 246 kbps.

Bagaimana kalau di Jalan Panglima Sudirman? Unduh 311 kbps, unggah 256 kbps.

Selama perjalanan, sebagian peserta asyik memainkan gadget alias acang sendiri-sendiri. Salah satunya peserta ini. Ia tampaknya sedang memberikan komentar di Facebook.

Di peralihan antara Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Raya Darmo, inilah kecepatan rata-rata yang didapatkan: unduh 1.010 kbps dan unggah 242 kbps.

Di Taman Bungkul, bus berhenti. Kecepatan unduh rata-rata 901 kbps, sedangkan kecepatan unggah rata-rata 238 kbps.

Menjelang tiba di Ciputra World Surabaya, saya melakukan pengukuran terakhir. Hasilnya, unduh 867 kbps dan unggah 243 kbps.

Bus kembali ke Ciputra World Surabaya. Uji sinyal selesai. Sembari menanti tim network Axis mengekstraksi dan mengolah data hasil pengujian, peserta dipersilakan makan siang di sebuah restoran. Peserta yang hendak salat Jumat diantarkan ke lokasi terdekat. Selanjutnya, mereka dapat bergabung dengan peserta lain untuk mengisi perut.

Mau spaghetti?

Untuk menghilangkan dahaga, tersedia strawberry lychee tea.

Awas tertusuk garpu!

Usai makan siang, dimulailah presentasi hasil uji sinyal.

Ini urutan materi presentasi. Mulai sekarang sampai selesai, silakan klik masing-masing foto untuk melihat gambar dalam ukuran empat kali lipat lebih besar.

Menggambarkan rute uji sinyal.

Konfigurasi perangkat untuk uji sinyal.

Kartu apa saja yang dipakai?

Perhatikan bagian kanan bawah foto slide di bawah ini. Sudah bisa menebak dua operator lain yang digunakan dalam uji sinyal Axis?

Khusus pengujian statis, inilah hasil adu cepat antara Axis dan dua operator lainnya.

Kesimpulan versi Axis… silakan baca sendiri ya.

Rodrigo Araujo, General Manager Network Planning Axis, mengungkapkan bahwa hasil uji jaringan menunjukkan kalau jaringan Axis bekerja sangat baik. Throughput data rata-rata 1,17 Mbps dan throughput data maksimal 3,07 Mbps.

Kekuatan sinyal rata-rata, lanjutnya, mencapai -71,59 dBm RSCP sehingga bisa dikategorikan sebagai sangat baik. Kualitas sinyal rata-rata tercatat -9,5 dB Ec/No dan 23,3 CQI alias sangat baik.

Dari 43 percobaan panggilan keluar yang dilakukan selama menempuh rute uji sinyal, Call Setup Success Rate (CSSR) dan Call Completion Success Rate (CSSR) meraih angka sempurna: 100 persen.

20 thoughts to “Uji Sinyal HSPA Axis di Surabaya”

  1. aku curiga jangan jangan waktu uji, di dalam bus terpasang alat penguat jaringan…. untuk axis. soalnya waktu menggunakan axis di daerah darmo parah banget

  2. Terima kasih atas laporan kuliner, eh laporan tes sinyalnya. Sampai skrg saya belum pernah tes Axis dan Ceria, kurang tahu di daerah saya bagaimana performanya.

    Btw bisa confirm untuk daerah Sumatera selain Sumut apakah Axis masih kerjasama dgn XL untuk jaringannya?

  3. Maksud saya selain Axis dan Ceria semua operator sudah pernah saya tes. Skrg sih pakai Tsel dan XL, dan walaupun kecewa sana sini pada masing2 operator tapi karena keterbatasan waktu dan ogah gonta ganti nomor mau ga mau pakai operator tsb saja…

  4. Pak Bambang, terima kasih atas apresiasinya. Saya pakai kamera Sony NEX-3.

    Pak Rudy, yang dimaksud Darmo Permai atau Raya Darmo? Sinyal 3G Axis di rumah saya yang hampir dua bulan lenyap kini sudah nongol lagi.

    Pak Sandi, benar, beda lokasi bisa beda prestasi.

  5. Pak Liat2aja,

    Persentase Axis numpang alias sewa jaringan XL terus dikurangi. Akhir tahun ini sebenarnya Axis sudah 100 persen pakai jaringan sendiri.

  6. mulai februari sampe april, sinyal hsdpa xl menjadi langka. setelah april (bersamaan dengan berakhirnya kerjasama bts xl & axis), barulah sinyal hsdpa xl muncul kembali.

    sinyal baru satu tahap. tahap berikutnya adalah berapa banyak user pemakai hsdpanya. kalo sudah terlalu ramai, ya tetep saja bisa jeblok

  7. hehehehehehe… mantav..setelah saya check nomer yg dipakai pak Herry ternyata profile kartunya QoS adalah max DL cuman 1Mbps dan UL cuman 256 kbps jadi pak heri ndak akan dapat lebih dari itu.. kemaren lupa rekuest untuk di open semua..

  8. hehehehehehe..kebetulan ane ikut rombongan. mau komen penguat sinyal..
    kalau di bus axis kayaknya nggak ada penguat sinyal karena emang sinyalnya sudah kuat dan pasti kesusahan buat nyari power buat perangkatnya. ๐Ÿ™‚ penguat sinya hanya berfungsi sebagai ya penguat sinyal strenght saja. sedangkan kapasitas dan quality tidak bisa ditingkatkan dengan penguat sinyal. hanya bisa diseting dari NodeB dan RNC. kecepatan througput tidak tergantung dari kuat sinyal tapi tergatung dari quality (CQI) dan dari kapasitas jaringan, teknologi yg digunakan dan tentunya profile QoS kartunya..mungkin begitu kalau nggak salah..

  9. Pak Jim,

    Kalau di rumah saya, sejak XL gencar promo HotRod, sinyal 3G XL lenyap total. Beberapa hari terakhir sinyal 3G XL muncul dengan malu-malu. Semoga saja ini adalah tanda bagus dalam arti selanjutnya sinyal 3G XL di rumah saya semakin kuat dan bagus seperti zaman dulu banget.

    Untuk Axis, di rumah saya selama sekitar dua bulan sinyal 3G-nya sempat hilang. Kini sudah muncul lagi dan cukup kuat. Kayaknya ini efek dari pengembangan jaringan HSPA Axis di Surabaya.

  10. pak Herry, mengapa saat test sinyal Telkomsel dan Axis, sama2 menggunakan hape Sony Ericsson (W995 & K800i)?
    apakah sinyal Sony Ericsson lebih kuat dari hape merk lain?
    atau karena koneksi ke laptop lebih mudah?
    (penasaran)

  11. Pak Yopie,

    Di cerita uji sinyal terakhir yang dilakukan Telkomsel dan Axis, mereka pakai perangkat TEMS. Nah, versi TEMS yang dipakai memang pasangannya dengan Sony Ericsson W995 dan K800i.

    Untuk versi TEMS yang lebih baru, masih pakai Sony Ericsson. Namun, tipe ponselnya lebih baru. Sudah pakai seri Xperia.

    Kalau alat bantu pengujian memakai Nemo, maka ponsel yang digunakan merek Nokia.

  12. ooo, begitu…
    terima kasih info nya.
    seandainya hape Siemens masih diproduksi, mungkin yang dipakai Siemens, kan dulu terkenal sinyal paling kuat di antara hape lain (saya sudah pernah membuktikannya) ๐Ÿ™‚

  13. Pak Yopie, iya zaman dulu Siemens bandel banget ya. Saya pernah pakai S4, S4 Power, S6, dan aneka tipe lain. Yang usianya paling lama di tangan saya: ME45.

  14. saya dulu pernah pake yg C35 sekitar tahun 2001, di ruangan lantai bawah yg sinyalnya buruk, sama2 menggunakan im3(belum gabung indosat) dengan nokia 8250 (ada 2), sinyal kedua 8250 tsb antara ada & tiada, sinyal C35 antara 1-2.
    M35 saja sudah hebat : pernah punya teman di kantong celana ikut masuk mesin cuci, setelah diambil baru tau klo ikut kecuci, ternyata masih baik2 saja, kondisi on,
    apalagi ME45.

  15. Pak Yopie,

    C35 saya juga pernah pakai. Cukup mungil pada masa itu. Suara deringnya keras. M35 pernah pakai pula, tetapi saya kurang suka dengan bodi karetnya.

    Di seri yang sama, saya pernah mencicipi S35.

  16. Saya pakai AXIS pertama kali pada tahun 2011 lalu . Awalnya sih sempat ragu, apakah operator baru ini bisa lebih baik dari operator yang saya gunakan sebelumnya ?
    Saya pakai AXIS pertama kali menggunakan ponsel buatan lokal, yang hanya mendukung sinyal EDGE saja tanpa dilengkapi fitur apa pun . Ternyata AXIS lebih cepat daripada operator yang saya gunakan, dan juga lebih murah tarifnya .
    Saya sempat berpikir “Mungkin kartu ini meningkatkan sinyal hanya untuk menarik perhatian konsumen aja”, lalu saya membuktikan itu dengan memakai AXIS sampai sekarang .
    Ternyata di luar dugaan saya, kualitas sinyal AXIS semakin lama semakin baik . Lalu saya coba memakai ponsel dengan fitur 3G HSDPA, meski kadang naik-turun, tetapi jaringan AXIS sangat setabil tanpa ada yang namanya “Error/Jaringan Sibuk/Gagal” .
    Kini saya sangat puas menggunakan AXIS, puas akan kualitas jaringan, tarif dasar yang sangat murah, dan juga harga kartu perdana yang terjangkau, tidak ketinggalan berbagai macam gratisan yang saya dapatkan sehingga dapat menghemat pulsa saya .
    Kini saya mengajak teman-teman saya untuk memakai AXIS, semua teman saya pun puas akan layanan AXIS, khususnya para remaja yang suka browsing, download, tak ketinggalan smartphone seperti BlackBerry menurut saya sangat cocok dengan kartu AXIS, yang kurang hanya fitur pembelian aplikasi di App Word saja yang belum bisa menggunakan pulsa sebagai pembayaran .
    Ohh iya, lokasi saya ada di Surabaya, daerah Penjaringan Sari-Rungkut .
    Di Surabaya AXIS joss banget, cuma kalau di desa aja sering kedap-kedip . Maklum, namanya aja desa .
    Thanks to AXIS, semoga tambah sukses !
    Jangan lupa, perkuat lagi sinyalnya, kalau perlu tambah aja BTS-nya !
    Hehehehehehe ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *