Uji Sinyal Telkomsel Surabaya-Bangkalan

Tadi pagi kebetulan penulis diajak mengikuti uji sinyal Telkomsel. Operator GSM terbesar di Indonesia itu tampaknya ingin menunjukkan hasil modernisasi jaringan yang usai dilakukan.

Uji sinyal dimulai dari gedung Telkomsel Telecommunication Center (TTC) Gayungan, lalu melintasi Jl Ahmad Yani, Raya Darmo, Basuki Rahmat, dan berbelok ke Jl Gubernur Suryo, melewati depan Gedung Grahadi. Perjalanan kemudian dilanjutkan melalui Jl Prof dr Moestopo, Kertajaya Indah, Mal Galaxy, dan Raya Kenjeran. Bus yang digunakan uji sinyal lantas melintasi Jembatan Suramadu. Perjalanan berakhir di Bebek Sinjay.

Televisi yang terpasang di bagian depan bus bukan menyajikan siaran televisi lokal, melainkan menampilkan kondisi jaringan Telkomsel.

Dua rekan dari tim jaringan Telkomsel sepanjang perjalanan setia memantau laptop. Mereka menjalankan peranti pengujian yang menggunakan TEMS 10 dan dua unit ponsel Sony Ericsson W995. Satu ponsel sengaja dikunci selalu berada di jaringan 2G, sedangkan satu ponsel lain dibiarkan dalam posisi dual mode.

Tampilan di layar laptop mereka itulah yang disajikan di layar televisi bus. Satu di dekat pengemudi, satu lainnya di bagian tengah bus.

Ridwan Simanulang, Manager SQA Jawa Timur Telkomsel, menjelaskan proses pengujian. Layar televisi di belakangnya sedang menampilkan video streaming dari YouTube.

Setelah bus melewati Jembatan Suramadu, para pewarta foto dari berbagai media meminta pengemudi menepi. Rekan dari Telkomsel diminta berpose dengan latar belakang gerbang Suramadu. Silakan klik foto untuk memperbesar tampilan foto.

Perjalanan dilanjutkan menuju Bebek Sinjay. Istirahat sekaligus makan siang. ๐Ÿ™‚

Sebelum meninggalkan Madura, rombongan diajak singgah ke pertemuan outlet di sebuah restoran di Jl KH Moh Kholil, Bangkalan.

Agus Mulyadi, VP Area Jawa Bali Telkomsel, menunjukkan Kartu As Madura. Pria kelahiran Bangkalan itu mengungkapkan bila Kartu As Madura disambut antusias oleh konsumen dan peritel. Karena skema tarif yang ditawarkan sangat menggiurkan, tak sedikit pelaku bisnis yang mencoba meraup untung dengan “mengekspor” Kartu As Madura ke luar daerah.

Seperti inilah penampakan fisik Kartu As Madura. Setiap hari pengguna langsung mendapatkan gratis 30 menit bertelepon ke sesama Telkomsel. Cukup kirimkan satu SMS bertarif Rp 150, maka pelanggan bakal mendapatkan 10.000 SMS gratis ke semua operator.

Untuk memperpanjang masa aktif 30 hari, caranya mudah. Gunakan pulsa Kartu As Madura Rp 100 saja. Silakan masuk ke http://www.telkomsel.com/product/kartu-as/8643-kartu-As-Madura.html untuk mengintip informasi lengkap tentang Kartu As Madura.

Jangan memandang sebelah mata Madura. Tepat di seberang lokasi pertemuan outlet Telkomsel ada gerai yang menawarkan steak, pizza, dan es krim.

Ini contoh menu yang tersedia.

Melewati Jembatan Suramadu lagi, pulang ke Surabaya. Di perjalanan, tim jaringan Telkomsel memaparkan hasil drive test dari Surabaya ke Bangkalan.

Selama perjalanan, 74 persen area yang dilewati telah mendapatkan sinyal 3G. Sisanya, 26 persen, hanya 2G. Cakupan area 3G di kawasan Surabaya tergolong rapat. Memasuki Madura, awalnya layanan 2G lebih dominan. Sebab, kawasan usai Jembatan Suramadu memang masih relatif lengang. Belum padat penduduk. Sinyal 3G baru muncul kala bus tiba di daerah Burneh.

Selama perjalanan itu pula, ponsel W995 telah melakukan 55 kali panggilan keluar. Ketika panggilan terhubung, sambungan dibiarkan selama 60 detik, kemudian diputus dan diberikan jeda 20 detik. Ponsel kembali bertelepon, tersambung, dibiarkan 60 detik, diputus, beristirahat 20 detik, dan seterusnya.

Hasil uji sinyal tadi siang, call setup time rata-rata tercatat 2,6 detik, sedangkan CSSR dan CCSR 100 persen. Hmm… makanan apaan tuh? *bingung mode:on*

Ini bahasa buminya… ๐Ÿ˜€

Call setup time adalah waktu yang dibutuhkan untuk melakukan panggilan.
Begitu tombol Yes/Call di ponsel ditekan, maka perhitungan waktu langsung berjalan.
Perhitungan dihentikan ketika sudah terdengar nada panggil. Entah tut….
atau, kalau nomor tujuan berlangganan nada sambung pribadi, suara lagu.
Rentang 1-4 detik dikategorikan sangat baik, 4-8 detik baik, 8-10 detik cukup
baik, dan lebih dari 10 detik dilabeli kurang baik.

CSSR merupakan singkatan dari Call Setup Success Rate. Kesuksesan
panggilan ditandai dengan adanya nada sambung. CSSR disebut sangat baik
bila tingkat keberhasilan lebih dari 95 persen.

Beralih ke CCSR alias Call Completion Success Rate. Ini mengukur
persentase tingkat kesuksesan panggilan sejak terhubung sampai sengaja
diputus. Mudahnya, CCSR ini mencermati kejadian drop call. Semakin besar
angkanya berarti semakin jarang drop call, yang sekaligus bermakna semakin
ciamik.

Sudah jelas? Sekarang masukkan buku, kemudian ambil selembar kertas dan bolpen. Tangan dilipat di atas meja!

By the way busway, tadi penulis sekalian menjajal kamera Sony Mobile Xperia S. Seluruh foto yang disajikan di atas dijepret menggunakan ponsel Android berprosesor dual core 1,5 GHz itu. Foto yang dihasilkan lalu penulis resize dan turunkan kualitasnya menjadi 70 persen saja. Biar ukuran file nggak terlalu raksasa. Penulis sama sekali tidak melakukan cropping maupun sentuhan digital lain.

 

10 thoughts to “Uji Sinyal Telkomsel Surabaya-Bangkalan”

  1. Penulis saya. Lha ini kan blog pribadi saya. ๐Ÿ™‚

    Kapasitas? Hmm… saya sih memang hobi mencoba ponsel. Bukan karyawan operator maupun pabrikan ponsel.

  2. liputannya ga pernah jauh dari makanan ๐Ÿ˜‰ thx buat liputannya, jadi tau dikit. untuk drop call saya pakai Tsel dan XL di daerah Jambi boleh dibilang sama2 baik alias jarang drop (walaupun sempat sering drop call taun lalu). nah call setup time sama cssrnya ini yg agak buruk. kadang2 begitu mulai pencet dial ga ada respon sama sekali sehingga harus call ulang

  3. He.. he.. nulis untuk blog pribadi saja sudah puyeng, Pak Yunianto.

    Btw, kalau materi saya mau dipakai di Duniaku, silakan di-copy paste. Namun, tolong beritahu dulu ya. Trus, cantumkan kalau diambil dari Ponselmu.com.

    Kamera Xperia S lebih baik daripada SGS II. Droid RAZR saya cuma coba sepintas sih. Seru deh kalau diadu dengan Sensation XE. Untuk pemotretan di indoor remang, saya merasa Xperia S kalah tipis dengan N8 yang sudah di-Belle-kan.

  4. Pak Herry.
    Operator telekomunikasi di Indonesia, apakah bisa mengakses data kependudukan, berbekal nomor KTP yang didaftarkan ketika registrasi kartu prabayar?
    Ketika daftar kan tidak ada isian ‘nama ibu kandung’.
    Lha ketika minta kode PUK ke operator merah, ditanya ‘nama ibu kandung’ je.
    Kalau hanya berbekal data yang kita input ketika registrasi, bagaimana operator merah bisa tahu kebenaran ‘nama ibu kandung’ ya?

    1. Pak Tanpo Jeneng,

      Seharusnya tak bisa mengakses.

      Anda pakai kartu prabayar? Seandainya dijawab ngawur kira-kira dibenarkan nggak ya?

      Saya pakai kartu pascabayar dan memang ada baris isian nama ibu kandung saat registrasi.

  5. Di FB-nya Telkomsel, tiap ada yang minta PUK, di antara data yang diminta adalah nama ibu kandung. Katanya untuk validasi.

    Tanpo Jeneng
    Lha dulu waktu registrasi tidak diminta memasukkan nama ibu kandung lho, Min. Apakah operator telekomunikasi berhak mengakses data kependudukan lewat data nomor KTP?
    Suka ยท Sunting ยท 4 menit yang lalu

    Telkomsel
    Baik, kami informasikan kembali. Kami membutuhkan data tersebut untuk validasi. Jika memang tidak bersedia, bisa infokan data lain yang diminta atau kami tanyakan -Ririn
    Suka ยท Laporkan ยท Baru saja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *