Unlocked tapi Garansi Hangus

Smartfren Andro alias Hisense E910 baru diluncurkan resmi pertengahan Maret lalu. Meski demikian, di kalangan pencinta gadget, sejak akhir 2011 ia mulai diperbincangkan. Kehadirannya dinantikan. Sebab, ia diyakini layak dijadikan alternatif pilihan di tengah terbatasnya peranti Android CDMA yang beredar resmi di tanah air.

Saat penulis kali pertama melihatnya, sisi muka Andro tampak cukup mewah. Ketika layar diaktifkan, penulis spontan teringat dengan Samsung Nexus S (bukan Galaxy Nexus). Hal serupa amat mungkin juga bakal dirasakan pengguna lain. Mereka yang belum mengetahui asal usul Andro nyaris pasti takkan menyangka kalau ponsel yang berada di hadapannya buatan Hisense, sebuah pabrikan besar di Tiongkok.

Kesan yang bertolak belakang penulis dapatkan ketika mencermati sisi belakang Andro. Penutup baterai Andro terlihat biasa-biasa saja. Polos dan tidak memberikan impresi mengesankan. Di bagian bawah penutup baterai tercetak tulisan Smartfren Andro watch play fast.

Konektor audio 3,5 mm dan tombol power yang sekaligus berfungsi sebagai tombol pengunci terdapat di bagian atas Andro. Di sisi kanan, tersedia tombol pengatur volume dan tombol kamera. Sedangkan di bagian bawah Andro bakal dijumpai konektor micro USB. Konektor itu berfungsi ganda sebagai penghubung charger maupun kabel data.

Andro dibekali layar sentuh IPS empat inci beresolusi 480 x 800 piksel. Tampilan layar terlihat halus dan cemerlang. Ponsel yang memanfaatkan prosesor Qualcomm MSM7627A 1 GHz itu tergolong responsif.

Benchmarking yang dilakukan memakai aplikasi Quadrant menunjukkan kalau performa Andro hanya kalah tipis dibandingkan Nexus S. Padahal, harga jual dua peranti itu jauh berbeda. Harga jual normal Nexus S sekitar 2,5 kali lipat lebih mahal daripada Andro yang harga resminya Rp 1.483.900.

Sebuah kamera 3,2 megapiksel tersedia di sisi belakang Andro. Kamera tanpa autofocus dan lampu kilat itu layak disebut sebagai sisi minus utama Andro. Ia selalu gagal menghasilkan foto yang tajam dan bersih kala dipakai memotret di dalam ruangan. Di luar ruangan dengan pencahayaan memadai pun, foto yang dihasilkan masih belum layak disebut mengesankan. Satu-satunya kamera Andro itu juga dapat difungsikan sebagai perekam video beresolusi VGA.

Peranti Android 2.3 alias Gingerbread yang kelak bisa di-upgrade ke Ice Cream Sandwich itu mendukung layanan EvDO Rev A. Kecepatan unduh yang dijanjikan sampai 3,1 Mbps. Pengguna dapat mengatur Andro agar berada di jaringan EvDO saja, CDMA 2000-1x saja, atau bisa berpindah otomatis dari satu jaringan ke jaringan lain.

Kalau mau, pengguna dapat membagikan koneksi internet di Andro kepada peranti lain di sekitarnya via Wi-Fi. Langkah termudah untuk melakukannya, tekan ikon Mobile Hotspot di halaman menu utama, lalu berikan tanda centang pada baris portable Wi-Fi hotspot.

GPS, bluetooth, baterai lithium ion 1.630 mAh, ROM 512 MB, dan RAM 512 MB merupakan sebagian spesifikasi lain Andro. Saat ponsel usai diformat, memori internal yang bisa dioptimalkan pengguna mencapai 125 MB.

Sebuah slot microSD yang kompatibel dengan kartu memori berkapasitas hingga 32 GB patut dioptimalkan pengguna untuk menyimpan kumpulan file multimedia. Ketika membeli Andro, setiap konsumen otomatis memperoleh bonus satu keping microSD 4 GB.

Perlu membaca file Microsoft Word, Excel, PowerPoint, atau PDF? Manfaatkan aplikasi X-Office yang sudah ditanamkan ke Andro. Tak ada salahnya pengguna Andro juga mencoba Smartfren Mobile Streaming. Pengguna, misalnya, bisa menonton siaran televisi secara live streaming.

Untuk mengetahui nomor, masa aktif, sisa pulsa, dan beragam informasi lain terkait nomor Smartfren yang diselipkan ke Andro, pengguna cukup mengklik ikon Customer Information. Praktis dan mudah. Sedangkan untuk memantau volume data yang dikonsumsi, pengguna dapat mengakses Net Counter.

Sisi minus tambahan Andro yang penulis jumpai, GPS-nya kurang trengginas. Ia membutuhkan waktu minimal lima menit sejak diaktifkan sampai terhubung dengan satelit yang berada nun jauh di angkasa. Usai terhubung pun, bukan mustahil terjadi hubungan yang putus sambung.

Indikator baterai Andro, baik saat digunakan maupun kala peranti itu di-charge, juga “ajaib”. Misalnya, suatu ketika penulis mengisi ulang baterai Andro. Indikator baterai menunjukkan pergerakan dari dua persen menjadi 12 persen. Mendadak, indikator baterai turun ke satu persen. Padahal, Andro dalam kondisi padam, tidak dipakai, dan selalu terhubung dengan charger.

Di salah satu sisi kardus Andro tercetak kalimat “produk ini hanya dapat difungsikan dengan kartu RUIM Smartfren, dan oleh karena itu penggunaan produk ini dengan kartu RUIM lain selain kartu RUIM Smartfren akan berakibat rusak/tidak berfungsinya produk serta batalnya jaminan/garansi produk.”

Apakah hal itu bermakna bahwa Andro dikunci hanya untuk kartu Smartfren? Penasaran dengan hal tersebut, penulis menyelipkan kartu TelkomFlexi, Esia, dan AHA. Hasilnya, semua kartu operator lain itu dapat dikenali. Namun, tidak seluruhnya berfungsi normal. Pada sebagian kartu, minimal salah satu di antara fungsi telepon, SMS, atau akses internet tak dapat digunakan.

Saat ini, kendati harga jual resmi Andro Rp 1.483.900, harga jual di pasar seringkali di bawah itu. Berkali-kali penulis menjumpai penjual yang mematok harga jual antara Rp 1,35 juta dan Rp 1,39 juta. Harga terendah yang penulis temukan adalah Rp 1,299 juta. Harga pasar yang di bawah banderol itu membuat Andro kian menarik. Sebab, dengan harga resmi pun, Andro sebenarnya telah pantas menyandang predikat sebagai ponsel Android CDMA yang layak beli.

Selain mendapatkan kartu microSD 4 GB, paket penjualan termasuk nomor Smartfren yang menjanjikan total bonus 12 GB. Bonus akses data itu bukan tanpa syarat. Setiap kali mengisi ulang pulsa minimal Rp 50 ribu, bonus akses data 1 GB yang berlaku selama dua minggu baru bisa dinikmati pengguna. Total bonus berlaku untuk 12 kali pengisian ulang minimal Rp 50 ribu dalam waktu maksimal 365 hari sejak pengisian pertama.

23 thoughts to “Unlocked tapi Garansi Hangus”

  1. Pak Joji,

    Kalau diisi dengan kartu RUIM selain Smartfren, termasuk Flexi, hasilnya untung-untungan. Ada kartu yang bisa dipakai telp, tetapi internetnya mati. Ada pula yang internet jalan, tetapi nggak bisa ditelepon.

  2. Kalau dibandingkan dg samsung galaxy Y cdma bagaimana pak herry?
    Atau ada saran lain dari pak herry untuk android cdma yg ‘best buy’ dikisaran harga tersebut? Yg penting tdk di ‘locked’.

  3. Pak Budii,

    Kalau diadu dengan Samsung Galaxy Y CDMA, Smartfren Andro lebih menarik untuk dipinang.

    Best buy Android CDMA di kisaran maksimal Rp 1,5 juta untuk saat ini masih Andro. Peranti itu unlocked, tetapi pilih-pilih saat dipadukan dengan kartu RUIM selain Smartfren. Detailnya sudah saya tuliskan di naskah review.

  4. Pak Vincent,

    Kecepatan respons oke. Demikian pula dengan layar sentuhnya. Daya tahan baterai sekitar satu hari, bergantung perilaku pemakaian.

    Sisi minus utama Smartfren Andro adalah kamera yang buruk. Memori internal untuk instalasi aplikasi juga tak terlalu lapang, hanya 125 MB.

  5. Untuk memory masih bisa diatasi dengan app2sd sih pak jadi gak masalah buat saya

    yang penting responnya gak lelet/ngaco seperti android china lainnya dan batre tidak terlalu deras sih

    Terima kasih infonya pak 🙂

  6. kalau untuk download aplikasi game nya ok ga pak hery? sama kita masuknya ke kategory gadget apa? soalnya di web download nya merk HI-sense ga ada pak
    mohon pencerahannya Pak Herry

  7. Pak Yos,

    Untuk mengunduh game buat Smartfren Andro, silakan langsung masuk ke Play Store (dulu: Android Market).

  8. Pak Febri,

    Dulu saya menjalankan aplkasi Quadrant. Hasilnya, Smartfren Andro berada di urutan ke-4 di antara 4 ponsel.

    Saya urutkan dari paling atas ya:
    1. Galaxy Tab. Nggak jelas ini Galaxy Tab yang mana.
    2. Galaxy Nexus.
    3. Nexus S.
    4. Smartfren Andro.

    Beda antara nomor 3 dan 4 tergolong tipis. Namun, kalau dibandingkan dengan nomor 1 dan 2, bedanya lumayan jauh.

  9. Pak/Bu Kira,

    Saya belum pernah mencoba Huawei Ideos X5.

    Btw, X5 itu GSM, kalau Smartren Andro CDMA.

  10. Om Herry, dimana bs dapet Smartfren Andro dgn harga paling murah (Rp. 1,299jt)? penasaran coba. Galaxy Y sdh saya jual, gak berkesan soalnya, hehehe….

  11. Pak Joy Paoki,

    Coba keliling saja ke pusat penjualan ponsel. Jangan ke Galeri Smartfren karena di sana pasti harga normal.

    Galaxy Y berkesan kok, Pak. Berkesan buruk. 🙂

  12. om herry, android smartfren ini dikenali dengan baik gak oleh servernya android? bisa donlod aplikasi lewat market resmi google android apa ga?
    soalnya kadang ada android lokal yang gak bisa dikenali oleh server android google, sehingga gak bisa donlod aplikasi di market, contohnya yaitu tablet android dari merk IMO, IMO X3 kalo gak salah

  13. Pak Heidy,

    Saat memakai Smartfren Andro, saya bisa mengunduh aplikasi di Play Store (dulu: Android Market) dengan baik kok.

    Smartfren Andro ini aslinya Hisense E910. Ia bukan termasuk ponsel merek lokal seperti IMO.

  14. Pak Herry, mohon maaf saya mau bertanya.

    bisa ga ya andromax U Le diganti operator CDMA yg lain?
    boleh dong diberikan step-stepnya.

    gapapa kok, resiko di tanggung penumpang.

  15. Pak Eko Prasetiyo,

    Saya belum pernah lihat ada Andromax U LE yang CDMA-nya bisa pakai operator non-Smartfren.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *