Xiaomi Akal-Akalan Naikkan Harga?

Mulai hari ini, 16 Juli 2018, harga ritel resmi Xiaomi Redmi 5A dan Redmi Note 5 naik. Xiaomi menyebutkan kenaikan itu terjadi akibat perubahan nilai tukar yang berujung kepada peningkatan biaya komponen. Redmi 5A yang sebelumnya dibanderol Rp1.099.000 kini menjadi Rp1.149.000.

Sementara itu, Redmi Note 5 seluruh varian masing-masing mengalami kenaikan harga Rp100.000. Redmi Note 5 3/32 yang dulu dijual Rp2.499.000 sekarang dipatok Rp2.599.000. Sedangkan Redmi Note 5 4/64 disesuaikan dari Rp2.999.000 menjadi Rp3.099.000.

Tanpa menunggu lama, sesaat setelah penulis alias HSW mencuitkan informasi tersebut via akun Twitter @herrysw, komentar mulai berdatangan. “Kenapa yang naik harga hanya Redmi 5A dan Redmi Note 5? Tipe lain tidak naik, bahkan ada yang turun harga. Itu sih cuma akal-akalan Xiaomi untuk menaikkan harga ponsel yang laris.”

Lewat tulisan ini HSW mencoba menjawab aneka pertanyaan yang masuk terkait kenaikan harga ponsel Xiaomi. Segala paparan di tulisan berikut merupakan pendapat pribadi. Agar lebih mudah disimak, HSW menyajikannya dalam bentuk tanya jawab.

Apakah yang dimaksud dengan perubahan nilai tukar? Mengapa hal itu bisa meningkatkan biaya komponen?

Beberapa waktu terakhir nilai tukar rupiah terhadap dolar AS cenderung melemah. Kalau sebelumnya USD1 maksimal setara dengan Rp14.000, belakangan USD1 bernilai lebih dari Rp14.000. Ketika HSW mengetikkan tulisan ini, misalnya, kurs USD yang berlaku di BCA Rp14.535.

Lalu apa hubungannya dengan peningkatan biaya komponen? Begini. Biarpun sudah dirakit di Batam, mayoritas komponen ponsel Xiaomi (juga ponsel merek lain sih) masih diimpor dengan menggunakan mata uang dolar AS. Padahal, ponsel itu dipasarkan di sini dalam rupiah. Perubahan nilai tukar tentu akan berdampak.

HSW berikan ilustrasi sederhana. Anggaplah untuk membuat satu unit ponsel Redmi 8ABC dibutuhkan komponen bernilai total USD100. Ketika kurs masih Rp14.000, harga komponen itu berarti 100 x Rp14.000 = Rp 1.400.000. Eh… rupiah melemah terhadap dolar AS. Kurs berubah menjadi Rp14.535. Harga komponen yang sebenarnya tetap USD100 itu kini harus ditebus dengan Rp1.453.500.

Mengapa yang harganya naik hanya Redmi 5A dan Redmi Note 5? Harga ponsel Xiaomi tipe lain tidak berubah.

Kondisi sebenarnya tidak HSW ketahui. Lha HSW bukan karyawan Xiaomi maupun pengelola PT Sat Nusapersada Tbk. Namun, pertanyaan itu bisa dijawab dengan alur berpikir yang relatif sederhana kok.

Walaupun sudah diluncurkan sejak Desember tahun lalu, sampai sekarang Redmi 5A masih banyak dicari oleh konsumen. Redmi Note 5 juga sangat laris sampai-sampai dijuluki sebagai ponsel gaib. Permintaan pasar jauh lebih tinggi daripada pasokan.

Karena laku keras, dua ponsel itu harus rutin diproduksi. Proses produksi membutuhkan komponen. Komponen perlu diimpor. Dengan kurs saat ini, harga komponen menjadi lebih mahal. Biaya produksi otomatis naik. Ujung-ujungnya harga jual ikut naik deh.

Harga ponsel Xiaomi tipe lain tidak naik karena penjualannya mungkin tidak sekencang Redmi 5A dan Redmi Note 5. Stok komponen yang dibeli dengan kurs lama masih cukup, seandainya diperlukan produksi tambahan. Jadi, saat ini harga jual tak perlu dinaikkan.

Alasannya rupiah melemah, tapi tidak semua ponsel harganya dinaikkan. Harga Mi A1 malahan turun. Xiaomi penipu!

Sebagian alasan mengapa tidak semua tipe ponsel Xiaomi harganya dinaikkan sudah HSW jawab di atas ya. Khusus Mi A1, ada alasan tambahan. Siklus hidup ponsel itu tampaknya telah memasuki tahap end of life. Segera diskontinyu. Pada tahap tersebut, produsen biasanya tak segan-segan menggelar promo cuci gudang.

Pertanda kehidupan Mi A1 akan berakhir mudah dilihat kok. Di dunia maya sudah berseliweran gosip kalau Xiaomi bakal meluncurkan Mi A2. Sekarang juga kunjungilah situs Blibli, Bukalapak, Shopee, atau Tokopedia, lalu ketikkan kata kunci “case Mi A2”. Voila… aneka “baju” untuk ponsel yang belum diluncurkan oleh Xiaomi itu langsung bermunculan.

Twit berikut boleh pula dijadikan kode keras.

Dampak rupiah melemah seharusnya dialami semua produsen ponsel. Mengapa yang menaikkan harga jual hanya Xiaomi? Asus baik-baik saja tuh.

Yakin? Asus sudah menaikkan harga ritel yang disarankan untuk Zenfone Max Pro M1 lho. Masing-masing varian naik Rp100.000. Bila saya tak salah ingat, kenaikan harga itu efektif berlaku mulai 6 Juli 2018. Harga ritel resmi Zenfone Max Pro M1 varian 3/32 kini Rp2.399.000, 4/64 Rp2.899.000, dan 6/64 Rp3.399.000.

Oppo, Vivo, dan Samsung buktinya bisa tidak menaikkan harga jual. Padahal, ponsel mereka laris sehingga berarti harus rutin mengimpor komponen. Kenaikan harga jual ini pasti cuma akal-akalan Xiaomi untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak. Iya kan?

Dalam pantauan HSW, sampai detik ini Oppo, Vivo, dan Samsung memang belum menaikkan harga jual. Entah alasannya apa. HSW menduga besaran keuntungan (profit margin) mereka selama ini cukup besar. Jadi, masih mampu menanggung perubahan nilai tukar yang terjadi.

Hal tersebut tak berlaku bagi Xiaomi (dan sepertinya Asus untuk tipe produk tertentu). Silakan menggali informasi lebih dalam dengan meminta bantuan Om Google. Gunakan kata kunci “lei jun profit margin xiaomi”.

Dasar buzzer Xiaomi. Isi tulisannya membela Xiaomi terus. Semua merek lain dianggap jelek. Hanya Xiaomi yang bagus.

He… he… he…. Ini sebenarnya komentar dan jawaban antisipasi. Maklum, HSW sering dituding begitu. Ketika merekomendasikan ponsel Xiaomi, HSW dituding buzzer Xiaomi. Lain waktu, kala merekomendasikan ponsel Vivo, HSW ganti dituduh buzzer Vivo. Yang paling unik, HSW pernah diberi predikat fans garis keras Infinix, lalu berubah 180 derajat menjadi hater Infinix.

Kalimat demi kalimat di atas diketikkan menggunakan laptop Acer yang dipadukan dengan tetikus Logitech dan alas tetikus Bantex. Proses pengetikan beberapa kali diinterupsi telepon dan pesan WhatsApp yang masuk ke Huawei P20 Pro.

Naskah yang tuntas diketik lalu diunggah ke blog Ponselmu menggunakan koneksi 4G LTE Smartfren yang siaga di Asus Zenfone 5Q. Tidak ada satu pun produk Xiaomi yang terlibat. Puas?

72 thoughts to “Xiaomi Akal-Akalan Naikkan Harga?”

  1. Kenapa dipajang gambar senam poco-poco, om?

    Tanggal 9/10 Juli kemarin membeli Xiaomi Redmi 5 (3/32) seharga Rp1.799.000 buat keponakan di Mi Store. Harga yang oke kan om?

    1. Bu Audi,

      Oh… buat pengingat kalau kita perlu berolahraga. 🙂

      Lho kok murah? Mestinya Rp1,899 juta.

      1. Dalam rangka ulang tahun Xiaomi (atau Mi Store?) sepertinya. Periodenya juga singkat dari tanggal 8-10 Juli. Semua produk ponsel didiskon. Paling besar diskon Xiaomi Note 5 kalau tidak salah. Ada tambahan cashback kalau membeli pakai kartu kredit/debit bank tertentu walau dibatasi 10 orang pertama/hari. Beli di Mi Store Pondok Indah Mall.

        Harga di Erafone dengan Mi Store berbeda ya, om? Karena di Erafone memasukkan komponen asuransi atau harganya memang lebih mahal?

        1. Pak Audi,

          * Oh beli saat ada promo dalam rangka ultah ke-8 Xiaomi tho.
          * Memang berbeda. Erafone kan sama dengan toko-toko ponsel lain. Harganya tidak harus sama dengan Mi Store.

  2. Wah ada teaser poco2 phone kah itu? ?
    Maaf oot om, tanpa melihat perbedaan harga, secara keseluruhan om lebih prefer yang mana, Xiaomi Redmi Note 5 atau Asus Zenfone 5.
    Terima kasih om, sukses terus.

    1. Bu Riri,

      Oh, itu sampul keping VCD senam poco poco.

      Kuncinya Anda lebih mementingkan NFC (Zenfone 5) atau daya tahan baterai (Redmi Note 5).

  3. Kalo Samsung dan iPhone mau dollar naik tidak berpengaruh harga jualnya karena ambil untung nya besar bisa 100%.beda dgn Xiaomi yg ambil untungnya cuman kecil paling 5%.itu logika wajar Xiaomi naikkan harga.

  4. Sayangnya kenaikan harga tidak diikuti dengan ketersediaan barang dipasaran… Jujur kalau harus beli dengan harga toko aku malah mulai tertarik melirik Oppo find& Vivo v yg kamera depan nya lebih baik drpd saingan di harganya

    1. Selama itu sesuai dengan kebutuhan, selera dan budget tidak ada salahnya membeli ponsel merk Oppo atau Vivo. Kedua merk tersebut adalah produk resmi dan stoknya tersedia.

  5. duh kode pocophone terus berlanjut, apakah doi kode dari Mi A2?
    semoga tetap usb type-c serta ditambah nfc, biar saya bisa move-on dari redmi note 3 pro

  6. Hahahaha … saya ngakak Pak. Pak Herry mati-matian nunjukin kalau bukan “buzzer” Xiaomi tapi di akhir tulisan malah “ngiklanin” ponsel terbaru Xiaomi … buat yang ngerti kode ala Pak Herry saja, sih … hahaha. 😀

  7. Kapan nih detail review untuk Redmi Note 5, saya ingin memastikan apakah model ini layak utk dibeli atau masih harus nunggu Mi A2 ya ? mohon pencerahannya. Terima kasih.

  8. kalo brand lain mungkin stok melimpah di pasaran, kalo xiaomi ibarat roti yang selalu fresh from the oven..

  9. siomay dibelain trus…uda rom busuk ngebug sana sini biar diupdate…
    skarang dikasi arp lagi mau pindah cusrom ga bisa…
    rom kok ada iklan pantas murah…
    mending vivo opo ga banyak bicara barang lgs ada sampai diplosok..

    1. muka bapak burik ya kok beli hape yang bagus kameranya doang..

      hahaha santai pak
      gak usah pake urat
      toh kalo gak mau pake xiaomi gak usah dibeli,beres

  10. Pagi Pak Herry,

    Pak saya akhirnya memilih Xiaomi Redmi Note 5, tapi kenapa kamera tidak sebagus yg bapak upload ya pak?
    Apa karena software atau hardware ya Pak? Sepemakaian saya tidak ada pernah jatuh ataupun ngehang.
    Untuk peforma dan video mantap pak, puas. Cuma kamera ini yg saya bingung. Liat di youtube juga pada bagus.. ini punya saya kok gak sebagus itu.
    Posisi saya di Malang, kalu saya bawa di Mistore yg di MOG, apa kah bisa di cekan ya pak?

    Terimakasih.

    1. Pak Eko,

      Foto yang saya unggah ke mana, Pak? Sebaiknya diperiksakan di pusat perbaikan resmi Xiaomi, bukan di Mi Store.

      1. Di twitter Pak.

        Oh, gitu. Ok pak terimakasih
        Saya coba ke service cantre nya pak. Baru sadar ternyata ada sudah ada service cantre nya di malang Pak. Hehehehe

        Pengalaman di service cantre Xiaomi gmna pak?

      2. Pak herry apa benar kalo hp xiaomi kita kena kasus headset mode tidak masuk klaim garansi ? padahal redmi 5a yang saya beli baru 1 bulan lalu garansi nya resmi TAM

        1. Pak Deri,

          Bisa kok. Perkecualian berlaku bila kasus itu terjadi karena kesalahan pengguna. Misalnya, konektor audio 3,5 milimeter ditancapkan terlalu keras.

          Sudah Anda mencoba cara berikut?
          * Pasangkan earphone/headset ke ponsel. Jangan menancapkan penuh. Cukup setengah saja, lalu goyang-goyangkan jack earphone itu.
          * Apakah kini ikon headset sudah menghilang? Bila sudah, berarti ponsel telah sembuh.
          * Seandainya belum sembuh dan Anda belum sempat ke pusat perbaikan resmi, cobalah langkah darurat dulu. Yakni, dengan menginstalasikan aplikasi Headset Toggle atau Earphone Toogle yang dapat diunduh di Play Store. Jalankan aplikasi itu.

  11. Wah sudah dikode sama koh Herry nih berikutnya yang direview flagship Huawei P20 Pro, benar koh ? Kapan ?

  12. Selamat sore pak Herry. Saya mau bertanya sesuatu pak. Saat ini saya berada di Cina dan ada keinginan untuk membeli Xiaomi Mi 8. Kira-kira untung ruginya apa ya pak kalau membelinya?? Apakah ada kemungkinan Mi 8 akan release di Indonesia? Terima kasih pak

    1. Pak Pribadi,

      * Keuntungan: memiliki lebih dulu ponsel yang belum beredar resmi di Indonesia.
      * Kerugian: bila terjadi kerusakan, tak bisa diklaimkan garansi di Indonesia. Karena membeli di Tiongkok, berarti tidak ada Play Store-nya.

      Entahlah.

      1. Terima kasih pak herry atas jawabannya. Saya akhirnya tidak jadi membeli Mi 8. Saya mempunyai beberapa pertanyaan lain pak mengenai ponsel yang saya akan beli.

        1. Apakah Pak Herry ada rekomendasi ponsel dengan harga max. 10 juta, dengan fitur kamera yang sangat memuaskan??
        2. Apakah DxOmark bisa dijadikan acuan/referensi yang bagus untuk memilih kamera yang terbaik

        1. Pak Pribadi,

          1. Silakan mencari Huawei P20 Pro bekas.
          2. Salah satu acuan boleh. Jadi acuan mutlak sebaiknya jangan.

  13. Lantas apa manfaatnya bagi konsumen soal regulasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) yang ditinggikan kalau masih besar pengaruhnya dari bahan baku import yang jelas tergantung pertukaran valas.

    1. Pak Andy,

      Manfaat jangka pendek untuk konsumen kurang terasa sih. Untuk negara secara keseluruhan, menyerap tenaga kerja dan transfer teknologi.

  14. Halo Pak HSW. Saya sedang bingung memilih gawai yang bisa memenuhi kebutuhan saya dalam bekerja sebagai pengemudi transportasi daring (motor). Mohon bantuannya, Pak. Berikut kriteria yang saya cari, Pak.

    1. Harga 2 juta atau kurang.
    2. RAM minimal 3GB dan chipset yang handal.
    3. GPS mumpuni. Bisa mengunci lokasi dengan cepat dan tepat (A-GPS & GLONASS).
    4. Ukuran layar 5,5 inchi atau kurang.
    5. Layar tetap mudah dilihat meski di bawah terik matahari.
    6. Build quality bagus / bandel (karena pasti akan sering bergoncang ketika ditaruh di holder motor).
    7. Gegas dan lancar ber-multytasking.
    8. Daya tahan baterai bagus.

    Tolong rekomendasikan 3 gawai yang memenuhi kriteria diatas Pak. Terimaksih.

    1. Pak Wahyu Singgih Prasetyo,

      Dengan kriteria seperti itu, terutama poin 1, tak ada ponsel yang benar-benar pas deh. Yang paling mendekati sih Xiaomi Redmi Note 4.

      1. Jika dana di naikkan menjadi 2,5 juta apakah masih Xiaomi Redmi Note 4, Pak? Adakah pilihan nomor duanya?

        1. Pak Wahyu Singgih Prasetyo,

          Kalau Rp2,5 juta, pilihan utama Xiaomi Redmi Note 5 varian 3/32. Pilihan kedua Asus Zenfone Max Pro M1 varian 3/32.

          Layar dua ponsel itu memang lebih dari 5,5 inci. Namun, ukuran bodinya setara dengan ponsel berlayar 5,5 inci konvensional.

  15. Kohh.. Minta tlg rekomen hp 1jt’an naik” dikit lah… Yg tahan banting.. ? cocok buat org tua.. Sdh pilih 5A sih… Tp mungkin anda bisa kasih rekomen yg lain.. Thx”

  16. Pak HSW,

    Bagaimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan sukses selalu ya pak.

    Dari seluruh artikel ini ada satu penggal kalimat yang menarik perhatian saya “Proses pengetikan beberapa kali diinterupsi telepon dan pesan WhatsApp yang masuk ke Huawei P20 Pro.”

    Saya jadi tidak sabar menunggu naskah review ponsel tersebut diterbitkan. He he he…

  17. Pak Herry, kalo diantara Mi A1, MotoG5S dan Honor 9 lite mana yang direkomendasikan? Kebutuhan ala ibu ibu seperti chatting, medsos dan kamera.

  18. Koh apakah ada kemungkinan kemampuan foto kamera xiaomi redmi note 5 bisa ditingkatkan dengan update miui mendatang? Atau sudah mentok?

    Btw saya beruntung dapat redmi note 5 di flashsale, 2 minggu sebelum harga naik… Walau gak dapat gratis ongkir 🙂

    1. Pak Ferari,

      Entahlah. Yang sekarang pun kan sudah tergolong sangat bagus di kelasnya. Apakah Anda menilainya masih kurang bagus?

  19. Pak Herry, antara Xiaomi MiA1, Redmi Note 5, Moto G5S dan Zenfone M1 Max Pro mana yg direkomendasikan untuk kebutuhan ibu ibu yg hanya perlu foto dan medsos..

    1. Pak Rizky,

      Untuk kelas entry level, Redmi 5A masih menarik.

      Honor 7S? Tak tahu. Saya tidak pernah mencobanya. Honor di Indonesia ditangani oleh Icool. Terus terang saya masih meragukan komitmen jangka panjangnya.

  20. Selamat sore pak herry,
    Saya mau nanya jika gawai xiaomi mi4c saya baterainya bocor apakah sebaiknya diperbaiki di gerai resmi atau beli baru.

    1. Bu Monika,

      Mi 4c tidak beredar resmi di Indonesia. Jadi, takkan dilayani oleh pusat perbaikan resmi Xiaomi di Indonesia deh.

      Silakan melakukan penggantian baterai di tempat servis independen.

  21. Siang pak herry
    Saya mau bertanya saya memiliki ponsel xiaomi mi4c dengan baterai bocor menurut bapak sebaiknya di jual saja atau di perbaiki ? Terima kasih.Maaf jika pertanyaan masuk dua kali.

    1. Bu Monika,

      Iya, pertanyaan Anda masuk dua kali. Silakan cek jawaban saya di bawah pertanyaan pertama.

  22. Secara spesifikasi redmi 5a sama dengan redmi 4a, bahkan redmi 4a unggul di batre dan kelengkapan sensor gyroscope, mengapa yang laris cuma redmi 5a saja pak ?

    1. Pak Prasetyo,

      Mungkin karena lebih baru dan harga ritel resminya sempat dipatok Rp999 ribu, walaupun realitanya harga pasar jauh di atasnya.

  23. Salam pa Herry SW
    Pa Herry mau tanya apa hape xiomi baru dengan stiker TAM d sampul dus depan. Apa pasti produk resmi dari TAM. Gmana cara bedain Xiomi resmi kalau mau beli hape baru d toko. 3makasih

  24. Salam HSW.

    Maaf OOT.
    Seandainya HSW cuma punya dana 1,8 juta, ponsel apakah yang akan dibeli?

    Terimakasih..

        1. Pak Ari W,

          Mohon maaf karena baru hari ini saya bisa merespons pertanyaan Anda.

          Saya tidak pernah menguji pakai ZB555KL dan Redmi 5. Kalau Redmi 4X seharusnya sudah kurang menarik ya.

  25. Oom, minta saran buat pilih hape. utk anggaran di kisaran 1,5juta an, klo sekarang2 ini hape apa yg worth-it?
    klo redmi 5A di pasaran luring di tempat sy hrganya 1,35jt. Kira-kira masih layak beli gak ya? kebutuhan sy utk hape kedua sj, yg penting sebanding price-to-performa nya. kepikiran juga ngelirik zenfone life L1 dan Nokia 5. Dua tipe itu menurut oom gmn? Terimakasih sebelumnya.

    1. Pak Paijo,

      Mohon maaf karena baru hari ini saya bisa merespons pertanyaan Anda.

      * Redmi 5A.
      * Anda di kota mana ya? Di Surabaya harga pasarannya sudah kurang dari Rp1,3 juta. Saya belum menguji pakai Zenfone Live L1. Kalau Nokia 5 harga barunya kan lebih dari Rp1,5 juta.

  26. Skrg ini di toko luring hrga Redmi 5A rata-rata di angka 1,3jutaan oom. Kira-kira msh worth it dibeli gak? Klo dg anggaran 1,5jt, selain hape td, menurut oom Herry yg worth it hape apa? Bgmana dengan Zenfone Live L1, lebih mending kah dibanding Redmi 5A?

    1. Pak Koko,

      Mohon maaf karena baru hari ini saya bisa merespons pertanyaan Anda.

      Seharusnya sudah kurang dari Rp1,3 juta deh. Di Mi Store Rp1,149 juta, sedangkan di toko-toko luring sekitar Rp1,26 juta. Masih layak beli. Saya belum uji pakai Zenfone Live L1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *