Xiaomi TV A2, Android TV Sekaligus TV Digital

Karena mendukung DVB-T2 alias siaran televisi digital, saat ditawari mencoba Xiaomi TV A2 yang lusa (7/7) diluncurkan, saya langsung mengiyakannya. TV pintar (smart TV) beresolusi 4K UHD itu memiliki bentang layar 43 inci.

Proses pengaturan awal amat mudah, bahkan buat saya yang kali pertama meng-unboxing TV pintar merek apa pun. Siaran TV digital dapat ditangkap dengan baik. Tak ada lagi bonus “semut berbaris” seperti yang dulu lazim saya jumpai kala masih memakai TV analog.

Namanya saja Android TV, aktivitas menonton Netflix, YouTube, dll tentu dapat dilakukan via TV A2 yang mendukung Dolby Vision dan Dolby Audio itu.

Perhatikan tulisan “Live TV Channel” yang tersaji di halaman utama. Itu berbeda dengan TV digital. TV digital dapat diakses tanpa koneksi internet, sedangkan live TV channel memerlukan layanan internet.

Ingin menayangkan layar ponsel ke layar TV? Bisa. Tinggal pilih akan memposisikan layar ponsel vertikal atau horizontal.

Kalau enggan berkali-kali menekan tombol remote control TV, kala ingin mengubah volume, misalnya, pengguna cukup memencet tombol Google Assistant. Kemudian katakan, “Volume twelve.” Maka volume suara akan berubah ke tingkat 12.

Untuk memadamkan televisi, saya hanya perlu mengucapkan, “Turn off tv.” Bagi pengguna lama TV pintar, mohon panduan cara pengaturan agar saya cukup memaki “matio cuk!” untuk memadamkan TV. Sepertinya lebih afdal kalau memakai perintah suara tersebut. ?

Harga? Xiaomi TV A2 43” UHD seperti yang saya coba dibanderol Rp3,999 juta. Ada pula varian 55” UHD Rp5,999 juta. Bila mengidamkan TV dengan spesifikasi lebih wow, lusa juga diperkenalkan Xiaomi TV P1E 65” Rp9,499 juta.

Sekian. Ini memang bukan reviu mendalam, melainkan celotehan singkat tentang pengalaman pertama saya membuka kardus TV pintar lalu mencobanya.

26 thoughts on “Xiaomi TV A2, Android TV Sekaligus TV Digital”

  1. Di luar konten?? untuk foto objek terang dari jauh malam hari (misalnya saat nonton konser di penonton bgn belakang- memfoto panggung yg penuh cahaya) rekomendasinyaXiaomi apa ya?
    Saya mencoba menggunakan Redmi Note 9 tapi objek tidak jelas karena pantulan cahayanya.

    Reply
  2. Om di android tv apa memang tidak ada menu sleep timernya ya?
    Saya pakai merk sebelah sampai sekarang belum ketemu pengaturannya.

    Reply
    • Pak Bagus,

      Belum pernah cek dan memang tidak mencarinya karena tak membutuhkannya. Kebetulan usai nonton, TV langsung saya padamkan.

      Reply
  3. Om herry kalau liat di foto ini pakai antena dalam ya om ? Apa sampeyan pakai booster juga om herry ?

    Reply
  4. Om herry jaringan 3G kan sudah mulai di matikan.
    Kalau Jaringan 2G prediksi om herry mulai kapan di matikan ?

    Reply
    • Pak Rian Dimoni Pentasari,

      Iya.

      Seharusnya masih lumayan lama. Cara menebaknya mudah: kalau pelanggan 2G Telkomsel masih banyak dan operator pelat merah itu terlihat masih ingin mempertahankannya, jaringan 2G masih lestari deh.

      Reply
    • Bu Desy Eka Nurmalasari,

      Saya dapat 21 atau 22 saluran. Sebagian di antaranya nama baru yang dulu tidak saya temukan saat pakai TV analog. NET TV tidak ada.

      Reply
      • Om urutan channel nya bisa di program khusus ta om ?
        Misal channel di TV Tabung saya.
        1. TVRI
        2.GTV
        3.ANTV

        La di TV digital Xiaomi urutan Channel mau saya sama kan dengan TV tabung saya om apa bisa om herry?

        Soalnya yang sering nonton TV ya mama saya om herry, biar tidak bingung dengan urutan channel nya om herry,

        Reply
  5. Om herry untuk kualitas tempered hikaru bagaimana om ?

    Soalnya saya kebiasaan pakai merk violet, sekarang brand violet ganti nama copper, saya mau ganti kan tempered glass mama saya om. Tapi saya cari di online merk copper atau violet untuk galaxy J4 tidak ada om,
    Rencana saya mau ambil hikaru om, gimana oh herry ?

    Reply
    • Pak Angga Hadi Pratama,

      Hikaru adalah tempered glass favorit saya karena murah meriah dan bagus. Harganya maksimal Rp50 ribu. Sebagian penjual malahan pasang harga di bawahnya.

      Sayang sepertinya Hikaru sudah kurang aktif menghadirkan tempered glass untuk ponsel tipe-tipe terbaru.

      Reply
    • Pak Edi Kurniawan,

      Saya tak berani memastikan. Cara memprediksinya begini: dulu saat masih memakai TV analog, di lokasi Bapak perlu booster atau tidak? Kalau tidak, kemungkinan sekarang siaran TV digitalnya juga tak perlu booster.

      Reply
  6. Out of topic Pak HSW, mohon saran diantara provider selular saat ini yang kinerjanya lumayan bagus dan harga paket prabayarnya relatif ramah kantong apa ya Pak? Bingung dengan si merah yang makin mahal, si biru dan kuning yang sinyal belum merata.

    Reply
    • Pak Denny,

      Beda waktu dan lokasi bisa berbeda hasil. Merujuk kepada kriteria yang disebutkan Pak Denny, di tempat saya sih Live.On yang saat ini paling mantap. Padahal, sebelumnya Live.On sempat menjadi salah satu yang paling hancur.

      Reply
      • Live.on bukankah punya si biru ya Pak? Dulu pernah pakai tapi sinyal sering on off. Kalau sekarang sudah berbenah mungkin bisa dicoba lagi. Apakah bisa dapat nomor baru lagi jika pakai email yg didaftarkan dulu?

        Reply
        • Pak Denny,

          Live.On menggunakan jaringan XL, tetapi bukan bermakna sepenuhnya menjadi milik XL.

          Benar. Dulu sinyal Live.On sempat kembang kempis. Sekarang sudah membaik. Namun, sekali lagi harap diingat, beda lokasi bisa beda performa ya.

          Merujuk kepada pengalaman pribadi, dulu saya pernah menggunakan satu email untuk mendaftarkan dua nomor Live.On. Kondisi yang terakhir saya mesti berganti ke email baru.

          Reply
  7. Om herry misalnya saya beli hp android baru. Kan hp android lama jadi tak terpakai dan masuk laci,
    menurut om herry. saran nya akun google di hp android lama biar log in atau di log out saja om herry ?

    Reply
    • Bu Diana Kanya Prasidha,

      Kalau ponsel lama itu sesekali masih akan dipakai, biarkan saja dalam posisi login.

      Kalau ponsel lama tersebut takkan dipakai lagi, menurut saya, mending sekalian di-factory reset dulu.

      Reply

Leave a Comment