Yang Murah Lebih Prima

Produk yang dibanderol lebih mahal, baik berupa barang maupun jasa, biasanya lebih bagus daripada yang dijual lebih murah. Apalagi, bila keduanya bermerek sama, hanya berbeda tipe.

Kondisi itu ternyata tidak berlaku pada Samsung Galaxy Gio dan Galaxy Fit. Kinerja Gio yang dijual Rp 2,149 juta, menurut penulis, justru lebih prima daripada Fit yang diberi label harga Rp 2,299 juta.

Dalam bahasa Italia, kata “gio” bermakna “permata”. Penamaan tersebut tampaknya tidak berlebihan. Penampilan fisik Gio yang berukuran 110,5 x 57,5 x 12,15 mm memang cukup cantik. Layar sentuh kapasitif 3,2 inci beresolusi 320 x 480 piksel yang digunakan juga relatif tajam dan responsif.

Di sisi belakang ponsel terdapat sebuah kamera beresolusi tiga megapiksel. Kamera autofocus, tetapi tanpa lampu kilat itu, sanggup menghasilkan foto yang cukup tajam. Bukan hanya di luar ruangan, melainkan juga di dalam ruangan.

Gio mendukung konektivitas HSDPA 7,2 Mbps. Ia dibekali pula dengan GPS, wifi, maupun bluetooth. Peranti yang menggunakan prosesor 800 MHz dan baterai 1.350 mAh itu memiliki memori internal berkapasitas 158 MB. Kurang besar? Tersedia slot microSD yang mampu membaca kartu memori berdaya tampung sampai 32 GB.

Beralih ke Samsung Galaxy Fit. Dimensi fisiknya 110,2 x 61,2 x 12,6 mm alias lebih bongsor daripada Gio. Ia memanfaatkan layar sentuh kapasitif 3,31 inci dengan resolusi 240 x 320 piksel. Tampilan layar terlihat kasar. Lebih buruk daripada peranti android Samsung, LG, CSL, maupun Ivio keluaran terkini yang dijual Rp 1 jutaan.

Spesifikasi kamera yang dibenamkan ke Fit lebih tinggi daripada Gio. Yaitu, lima megapiksel, autofocus, dan tanpa lampu kilat. Namun, performanya malahan kalah tipis dibandingkan kamera Gio. Memori internal 160 MB, slot microSD, GPS, bluetooth, wifi, dan prosesor 600 MHz adalah sebagian spesifikasi lain Fit. Sama dengan Gio, sumber tenaga Fit berasal dari baterai berkapasitas 1.350 mAh.

Ada satu hal yang tampaknya mutlak segera dibenahi Samsung. Akhir bulan lalu, saat mengikuti media workshop Samsung Galaxy Series di Jakarta, penulis dan peserta lain memperoleh lembaran informasi resmi produk. Di lembaran itu disebutkan, selain di Android Market, pengguna Gio maupun Fit bisa menikmati aplikasi yang tersedia di Samsung Apps.

Praktiknya, kalau pengguna Gio dan Fit mengakses Samsung Apps, sama sekali tak tersedia pilihan aplikasi yang dapat diunduh. Di layar dua tipe peranti android 2.2 alias froyo itu hanya tersaji tulisan no updates.

Catatan: Dua hari setelah tulisan ini dimuat di sebuah media cetak, harga jual Galaxy Fit diturunkan menjadi lebih rendah daripada harga Galaxy Gio.

2 thoughts on “Yang Murah Lebih Prima

  1. pak herry, OOT nih …. mau nanya pendapat anda antara samsung grand prime dengan galaxy A3. mana yang lebih layak dipilih jika hanya memandang dari segi kegegasan dan penggunaan email, FB, instagram, bbm yang paling sering digunakan. thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *